Pemenang Empat Paket Pengawasan. Ardiansyah: Kami Akan Bekerja Profesional dan Transparan
Tembilahan, detikriau.id – Konsultan pengawas CV IRVOTEC RIAU CONSULTANT menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas pengawasan secara profesional, transparan, dan berpedoman penuh pada spesifikasi teknis pekerjaan dalam empat proyek pembangunan gedung pemerintah di Kabupaten Indragiri Hilir.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Cabang CV IRVOTEC RIAU CONSULTANT, Ardiansyah, saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026) di Tembilahan
Menurutnya, perusahaan telah menandatangani kontrak dan mulai melaksanakan tugas pengawasan di seluruh lokasi pekerjaan sesuai jadwal kontrak yang berlaku.
“Kami sudah meneken kontrak. Kami sudah mulai bekerja dan turun ke lapangan di keempat pekerjaan tersebut, termasuk semalam ke Kantor Bupati. Kontrak kami ada yang mulai tanggal 21 dan ada yang tanggal 23 Juli,” ujarnya.
Ardiansyah menegaskan, ukuran keberhasilan pengawasan bukan ditentukan oleh besaran nilai penawaran saat proses tender, melainkan bagaimana mutu pekerjaan fisik benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah dituangkan dalam dokumen kontrak.
“Standar kualitas pekerjaan itu terukur dan harus sesuai spesifikasi teknis. Besaran penawaran kontraktor berada di luar kewenangan kami. Yang jelas kami pastikan bekerja profesional. Dalam pengawasan kami berpegang pada spesifikasi pekerjaan fisik sebagaimana tertuang dalam kontrak,” katanya.
Ia juga menyebut pelaksanaan proyek saat ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum. Karena itu, pihaknya siap menjalankan pengawasan secara terbuka.
“Saat ini banyak yang mengawasi, termasuk aparatur hukum. Kami siap bekerja secara transparan dan diawasi oleh siapa pun. Bahkan dokumen spesifikasi pekerjaan siap kami berikan agar semua pihak, termasuk rekan-rekan media, dapat bersama-sama melakukan pengawasan sehingga pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi yang diminta,” tegasnya.
Untuk memastikan pengawasan berjalan optimal, Ardiansyah mengatakan setiap paket pekerjaan ditempatkan dua orang tenaga pengawas sesuai personel yang diajukan saat mengikuti proses tender.
“Sesuai kontrak, setiap lokasi pekerjaan ada dua orang petugas pengawas. Semua personel yang kami ajukan saat tender, termasuk tenaga ahli yang dipersyaratkan dinas, kami penuhi. Jadi kalau ada dua orang di satu lokasi, tidak ada alasan tidak ada pengawas yang melakukan monitoring di lapangan,” tambahnya.
Mengutip data laman LPSE Kabupaten Indragiri Hilir, CV IRVOTEC RIAU CONSULTANT ditetapkan sebagai pemenang empat paket jasa konsultansi pengawasan, yakni Pengawasan Rehabilitasi Gedung Kantor Bupati Indragiri Hilir dengan nilai kontrak Rp175.205.952 dari pagu Rp200 juta, Pengawasan Pembangunan Kantor Camat Tanah Merah senilai Rp175.500.102, Pengawasan Pembangunan Kantor Camat Enok senilai Rp175.205.952, serta Pengawasan Pembangunan Kantor Camat Kateman senilai Rp175.561.152.
Dalam proses tender, perusahaan tersebut bukan merupakan penawar dengan harga terendah pada seluruh paket. Pada paket pengawasan rehabilitasi Kantor Bupati dan Kantor Camat Enok, CV IRVOTEC berada pada posisi penawar terendah kedua. Sementara pada paket Kantor Camat Tanah Merah berada di urutan ketiga, dan pada paket Kantor Camat Kateman menjadi penawar terendah.
Sementara itu, seluruh paket pekerjaan fisik yang diawasi diketahui dimenangkan kontraktor dengan nilai penawaran yang berada di kisaran batas penawaran terendah , 20 persen di bawah pagu anggaran.
Rehabilitasi Gedung Kantor Bupati dengan pagu Rp5 miliar dimenangkan CV Marison dengan penawaran Rp4 miliar. Sedangkan pembangunan Kantor Camat Enok dimenangkan CV Yilsyafa Graha dengan penawaran Rp3,6 miliar dari pagu Rp4,5 miliar. Nilai penawaran serupa juga tercatat pada pembangunan Kantor Camat Kateman yang dimenangkan CV Vikram Berkah Bersama serta Kantor Camat Tanah Merah yang dimenangkan CV Karya Avatar, masing-masing Rp3,6 miliar.
Kini, komitmen konsultan pengawas tersebut tinggal menunggu pembuktian di lapangan. Dengan nilai penawaran pekerjaan fisik yang berada di kisaran batas bawah, publik tentu berharap pengawasan tidak hanya menjadi formalitas administrasi, melainkan benar-benar mampu memastikan setiap rupiah anggaran daerah diwujudkan dalam bangunan yang sesuai spesifikasi, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Peran media, masyarakat, serta aparat pengawas pun menjadi bagian penting dalam memastikan komitmen itu benar-benar terlaksana./red
