Polisi Ungkap Penyebab Speedboat Tenggelam di Gaung, Nahkoda Tewas
Tembilahan, detikriau.id – Hujan deras disertai kabut yang membatasi jarak pandang diduga menjadi faktor penyebab kecelakaan speedboat di perairan Terusan Kempas, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Sabtu (24/10/2026).
Dalam insiden tersebut, pengemudi speedboat bernama Wahyudi meninggal dunia, sedangkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka.
Dikonfirmasi senin (26/10/2026), Kasat Polairud Polres Inhil IPTU Imbang Perdana, S.H., M.H menjelaskan, kecelakaan bermula ketika speedboat menabrak pohon yang berada di pinggir perairan. Benturan menyebabkan bagian haluan kapal mengalami kerusakan hingga air masuk ke dalam speedboat.
Kondisi cuaca saat itu disebut menjadi salah satu faktor yang membatasi jarak pandang nahkoda ketika melintasi perairan tersebut.
“Dikarenakan jarak pandang terbatas, speedboat menabrak pohon yang berada di pinggir perairan sehingga haluan speedboat mengalami kerusakan dan air masuk ke dalam speedboat,” demikian dijelaskan.
Akibat benturan tersebut, nahkoda yang berada di bagian belakang speedboat terjatuh ke air. Saat terjatuh, pakaian nahkoda disebut tersangkut pada baling-baling mesin speedboat.
Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun detikriau.id, speedboat bermesin 50 PK tersebut membawa 10 penumpang bersama pengemudi. Rombongan bertolak dari kawasan Sungai Jepun, Tembilahan, menuju Desa Gembira, Kecamatan Gaung, untuk menghadiri acara pernikahan.
Benturan mengakibatkan sejumlah penumpang terbentur dan mengalami luka-luka. Warga di sekitar lokasi kemudian membantu proses evakuasi korban ke pelabuhan setempat sebelum dibawa untuk mendapatkan perawatan medis.
Polisi Pastikan Bukan Kelebihan Muatan
Terkait jumlah penumpang, Kasat Polairud Polres Inhil menjelaskan bahwa speedboat tersebut tidak mengalami kelebihan muatan. Kapal milik pribadi itu disebut memiliki kapasitas hingga 15 orang, sedangkan jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 10 orang.
Speedboat tersebut juga dilengkapi alat keselamatan berupa life jacket atau jaket pelampung.
Pihak kepolisian menyebut seluruh penumpang yang berada di dalam speedboat merupakan satu keluarga.
Pasca kejadian, Satpolairud Polres Inhil telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan speedboat, membawa korban luka untuk mendapatkan perawatan medis, serta melakukan pemeriksaan dan wawancara terhadap sejumlah saksi.
“Hingga kini, penanganan perkara masih dalam proses penyelidikan Satpolairud Polres Inhil,” Akhiri IPTU Imbang Perdana, S.H., M.H./red
