Inhil Miniatur Indonesia: Moderasi Beragama Kunci Jaga Kerukunan di Tengah Keberagaman

Screenshot_2026-09-28-16-16-36-70_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Tembilahan, detikriau.id — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah kekayaan suku dan keyakinan.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Inhil Herman melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Muammar Ghaddafi, saat membuka secara resmi Sosialisasi Moderasi Beragama di Aula Kantor Kementerian Agama Inhil, Senin pagi.

Muammar menyebut Inhil sebagai “miniatur Indonesia” tempat di mana suku Melayu, Banjar, Jawa, Bugis, Batak, dan lainnya hidup berdampingan, begitu pula beragam agama tumbuh bersama. Keberagaman inilah yang menjadi kekuatan sekaligus amanah untuk terus dijaga.

“Alhamdulillah, kerukunan di Inhil senantiasa terjaga. Ini buah kerja sama pemuka agama, pemerintah, lembaga, dan masyarakat yang mengutamakan musyawarah serta saling menghargai. Semangat ini wajib diwariskan ke generasi mendatang,” ujarnya.

Ketua FKUB Provinsi Riau, K.H. Abd. Rahman Qaharuddin, mengingatkan bahwa akibat utama perpecahan adalah ketidaktahuan. Mengutip pepatah Arab, ia menegaskan: “Manusia cenderung memusuhi apa yang tidak ia ketahui.” Maka, duduk bersama, saling memahami, dan memperluas wawasan adalah cara paling nyata mencegah prasangka dan perpecahan.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag Inhil, jajaran FKUB, serta pemuka agama dan tokoh masyarakat. Sosialisasi ini diharapkan mempererat kerja sama antarumat beragama, memperkuat toleransi, dan mewujudkan Inhil yang makin maju, sejahtera, dan damai./*/guntur