Tembilahan, detikriau.id — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah kekayaan suku dan keyakinan.
Pernyataan ini disampaikan Bupati Inhil Herman melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Muammar Ghaddafi, saat membuka secara resmi Sosialisasi Moderasi Beragama di Aula Kantor Kementerian Agama Inhil, Senin pagi.
Muammar menyebut Inhil sebagai “miniatur Indonesia” tempat di mana suku Melayu, Banjar, Jawa, Bugis, Batak, dan lainnya hidup berdampingan, begitu pula beragam agama tumbuh bersama. Keberagaman inilah yang menjadi kekuatan sekaligus amanah untuk terus dijaga.
Ketua FKUB Provinsi Riau, K.H. Abd. Rahman Qaharuddin, mengingatkan bahwa akibat utama perpecahan adalah ketidaktahuan. Mengutip pepatah Arab, ia menegaskan: “Manusia cenderung memusuhi apa yang tidak ia ketahui.” Maka, duduk bersama, saling memahami, dan memperluas wawasan adalah cara paling nyata mencegah prasangka dan perpecahan.
Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag Inhil, jajaran FKUB, serta pemuka agama dan tokoh masyarakat. Sosialisasi ini diharapkan mempererat kerja sama antarumat beragama, memperkuat toleransi, dan mewujudkan Inhil yang makin maju, sejahtera, dan damai./*/guntur

