Program Si Besti Inhil Tunjukkan Hasil, Balita Stunting Mulai Bisa Berjalan
TEMBILAHAN, detikriau.id — Penanganan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai menunjukkan hasil melalui inovasi stimulasi tumbuh kembang anak. Salah satunya terlihat dari perubahan positif yang dialami Muhammad Beril, balita asal Kecamatan Tembilahan.
Beril sebelumnya disebut belum mampu berjalan. Setelah mengikuti berbagai sesi stimulasi melalui program Si Besti (Stimulasi Integrasi Balita Risiko Stunting), kini ia mulai mampu berjalan dan mengalami peningkatan berat badan.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian Wakil Bupati Inhil, Yuliantini, saat turun langsung mendampingi sejumlah balita dalam sesi permainan edukatif di Sekretariat Penanganan Stunting Kabupaten Inhil, Jalan Gajah Mada, Tembilahan, Jumat (28/8/2026) pagi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari inovasi Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam memberikan stimulasi kepada balita yang berisiko mengalami stunting.
Menurut Yuliantini, penanganan stunting tidak cukup hanya dengan memperhatikan asupan nutrisi. Stimulasi melalui aktivitas bermain, kasih sayang serta dorongan kepada anak untuk aktif bergerak juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang.
“Karena penanganan stunting tidak hanya fokus pada nutrisi tubuh, tetapi asupan kasih sayang dan memotivasi untuk bergerak melalui permainan juga menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak-anak kita,” ujar Yuliantini.
Ia menuturkan, perubahan yang dialami Beril menjadi salah satu contoh pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan dan orang tua dalam mendampingi anak.
“Awalnya anak kita ini tidak bisa jalan sama sekali, sekarang Alhamdulillah Beril sudah bisa berjalan dan berat badannya pun naik. Ini bukti kerja sama yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan dan tentunya dukungan orang tua yang senantiasa memberi kasih sayang kepada anaknya,” tuturnya.
Program Si Besti sendiri diarahkan sebagai bentuk intervensi sensitif untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik halus dan motorik kasar pada anak yang mengalami kendala pertumbuhan.
Yuliantini berharap para orang tua terus memberikan dukungan terhadap program penanganan stunting yang dijalankan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting agar stimulasi dan pendampingan terhadap anak dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Orang tua harus terus mendukung dan memberikan perhatian kepada anak agar tumbuh kembangnya dapat berjalan secara optimal,” pungkasnya./Guntur alam
