Warga Belantakraya Keluhkan Kualitas Proyek Desa. Inspektorat Daerah Sudah Turun ke Lokasi
Tembilahan, detikriau.id – Masyarakat Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mengkritisi kualitas sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di desanya. Pasalnya, sejumlah pekerjaan yang belum lama selesai sudah mulai mengalami kerusakan.
Sorotan warga mencakup tiga paket pekerjaan jalan dan satu paket pembangunan drainase.
Bahkan menurut sumber media kami bahwa pihak Inspektorat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir telah turun melakukan pemeriksaan ke lapangan.
Pantauan lapangan, Jumat (7/8/2026), terlihat sejumlah bagian jalan semenisasi di ruas Parit Teluk Kempas–Parit Kuala Rawa, Dusun Teluk Kempas/Kuala Rawa, Desa Belantaraya, mengalami keretakan hingga pecah-pecah.
Menurut keterangan warga, jalan tersebut diperkirakan mulai dikerjakan pada November 2025. Namun, beberapa bulan setelah digunakan, sebagian permukaan beton disebut mulai mengalami kerusakan.
“Pengerjaan diperkirakan bulan November 2025, tapi beberapa bulan dipakai, betonnya sudah mulai pecah-pecah dan perlahan hancur,” ujar salah seorang warga.
Warga menyebut jalan yang dibangun memiliki panjang 88 meter, lebar 1,5 meter dengan ketebalan sekitar 0,12 meter. Kerusakan disebut terjadi pada sejumlah bagian dengan panjang mencapai puluhan meter.
Selain proyek jalan, warga juga menyoroti pembangunan drainase yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 dengan pagu dana sebesar Rp98.830.400.
Salah seorang warga, Musmulyadi, mengatakan masyarakat pada dasarnya mendukung pembangunan drainase karena dibutuhkan untuk mengurangi genangan dan membuat lingkungan lebih tertata.
Namun, ia meminta kualitas pekerjaan tetap harus menjadi perhatian.
Berdasarkan pengamatan warga, terdapat bagian drainase yang dinilai memiliki ukuran lebar tidak merata dan konstruksi yang perlu diperhatikan.
“Kalau ditanya butuh atau tidak, warga tentu sangat butuh biar lingkungan rapi dan tidak banjir. Tapi tentu kami ingin hasilnya sesuai harapan,” kata Musmulyadi.
Dikonfirmasi, Kepala Inspektorat Daerah Inhil melalui Inspektur pembantu (irban) 5, Mashudi, Sabtu (8/8/2026), membenarkan bahwa pihaknya telah turun ke lapangan, yakni pada rabu (5/8/2026).
Kedatangan pihak inspektorat menurutnya atas permintaan pihak kepolisian Polres Indragiri Hilir.
“Benar pihak kita sudah kelapangan atas permintaan kepolisian. Kemaren kita baru melakukan pengumpulan data dan informasi awal. Dalam waktu dekat kita agendakan untuk turun kembali,” Ujarnya di Tembilahan
Mashudi mengatakan bahwa hasil pengamatan awal, secara kasat mata kualitas pekerjaan memang sangat tidak memuaskan.
“Namun itu masih informasi awal. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memperoleh informasi dan data yang lebih lengkap,” Akhirinya.
Sementara itu, Sabtu (8/8/2026), Kepala Desa Belantaraya, Hasbullah Jali, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan tidak memberikan tanggapan./guntur alam
