Camat Tembilahan Surati BBKSDA Riau Minta Evakuasi Monyet Liar
“Terhitung sejak tgl 23 juli hingga 1 agustus 2026, 11 Warga Telah Menjadi Korban”
TEMBILAHAN, detikriau.id – Pemerintah Kecamatan Tembilahan secara resmi meminta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau segera menurunkan tim untuk menangani dan mengevakuasi monyet liar yang meneror permukiman warga di Kelurahan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir.
Permohonan tersebut disampaikan melalui surat bernomor 88/KEC-TBH/VII/2026 tertanggal 31 Juli 2026 dengan sifat Sangat Penting. Surat itu ditujukan kepada Kepala BBKSDA Riau di Pekanbaru.
Dalam surat tersebut dijelaskan, sejak 23 Juli hingga 31 Juli 2026, sedikitnya 10 warga menjadi korban gigitan monyet liar. Rentetan serangan itu menimbulkan keresahan sekaligus mengancam keselamatan masyarakat.
Adapun korban yang tercatat dalam surat tersebut yakni Zulpanda Yani (Lorong Bintan), Misnawati (Lorong Bintan), Nisa Fitri (Lorong Sepakat Karya), M. Rizki (Jalan Malagas), Azizah (Lorong Sederhana), Kanaya (Lorong Brata), Ahmad (Lorong Kubur), Ajib (Jalan Malagas), Rokayah (Jalan Setia Budi), dan Udin (Gang Kubur).
Pemerintah Kecamatan Tembilahan meminta BBKSDA Riau segera mengirim tim teknis untuk melakukan identifikasi, penangkapan, evakuasi, serta penanganan terhadap monyet liar yang hingga kini masih berkeliaran di kawasan permukiman.
Camat Tembilahan Ari Syuria, S.E., M.Si., mengatakan pemerintah kecamatan bersama unsur Forkopimcam, Damkar, BPBD, TNI, Polri, Dinas Pertanian, perangkat kelurahan, hingga relawan telah melakukan berbagai upaya penanganan. Namun karena satwa liar merupakan kewenangan BBKSDA, pihaknya meminta penanganan lebih lanjut dari instansi tersebut.
“Kami berharap BBKSDA Riau segera menurunkan tim agar monyet liar ini dapat segera dievakuasi dan tidak kembali menimbulkan korban,” ujar Ari.
Sementara itu, hingga Sabtu (1/8/2026), jumlah korban dilaporkan kembali bertambah menjadi 11 orang setelah seorang perempuan di Jalan Pangeran Hidayat, Lorong Kubur, menjadi korban gigitan saat sedang duduk di depan rumahnya. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan penanganan medis.
Pemerintah Kecamatan Tembilahan mengimbau masyarakat tetap waspada, mengawasi anak-anak, tidak mencoba menangkap monyet secara mandiri, serta segera melapor kepada petugas apabila melihat keberadaan satwa liar tersebut./guntur alam
