Inhil Belum Capai 100% BBM Satu Harga Tahap IV, Tantangan Wilayah Jadi Penghambat
Inhil, detikriau.id – Pemerataan energi di wilayah pesisir dan kepulauan masih menjadi pekerjaan rumah. Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dipastikan belum masuk dalam daftar daerah yang berhasil mencapai implementasi 100% program BBM Satu Harga Tahap IV tahun 2025–2026.
Kondisi tersebut merujuk pada hasil evaluasi BPH Migas melalui surat Nomor T-138/MG.05/DBBM/2026 tertanggal 14 April 2026. Hingga April ini, Inhil masih berstatus “dalam proses” untuk memenuhi seluruh titik penyalur yang telah ditetapkan.
Artinya, akses BBM dengan harga setara nasional di sejumlah wilayah Inhil belum sepenuhnya terwujud, khususnya di daerah terpencil yang selama ini menghadapi keterbatasan distribusi.
Menanggapi hal itu, Bupati Inhil H. Herman melalui Sekretaris Daerah H. Tantawi Jauhari menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Upaya percepatan terus dilakukan bersama BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga.
“Kami serius mengawal program BBM Satu Harga. Belum tercapainya 100% bukan berarti stagnan. Saat ini percepatan terus berjalan, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis,” ujarnya, Selasa (20/4/2026).
Pemkab mengakui, karakteristik wilayah Inhil yang didominasi perairan, parit, dan kawasan pesisir menjadi kendala utama. Pembangunan penyalur BBM membutuhkan proses lebih panjang, mulai dari distribusi material, perizinan lahan, hingga aspek keamanan operasional.
Sejumlah titik yang direncanakan bahkan berada di kawasan kepulauan, yang membuat akses logistik menjadi lebih kompleks dibanding daerah daratan.
Meski demikian, Pemkab Inhil menargetkan seluruh titik Tahap IV dapat rampung sepenuhnya pada akhir 2026. Saat ini, capaian implementasi disebut telah melampaui 65 persen, dengan sisanya masih dalam tahap konstruksi dan pengurusan izin operasional.
Di sisi lain, pihak Pertamina memastikan ketersediaan BBM di wilayah Inhil tetap aman. Kepala Depot Pertamina Seberang Tembilahan, Fahrudi, menegaskan stok BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar dalam kondisi mencukupi.
“Distribusi ke SPBU dan penyalur BBM Satu Harga yang sudah beroperasi tetap berjalan normal. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan,” tegasnya.
Program BBM Satu Harga sendiri merupakan kebijakan pemerintah melalui BPH Migas untuk menjamin masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mendapatkan BBM dengan harga yang sama seperti di wilayah perkotaan.
Namun hingga kini, tantangan geografis masih menjadi faktor krusial yang membuat pemerataan energi di daerah seperti Inhil belum sepenuhnya tuntas./red
