Kondisi Jalan dan Jembatan Penghubung Sungai Raya–Junjangan Memprihatinkan

0

Tembilahan, detikriau.id/ – Kondisi Jalan Suhada dan Jalan Sungai Raya yang menjadi penghubung antara Jalan Suhada, Desa Sungai Raya, dan Desa Junjangan dinilai sangat memprihatinkan oleh warga. Jalan dan jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari mengangkut barang, menuju pukesmas, pasar, hingga akses anak-anak sekolah.

Salah seorang warga, Wahyu, mengatakan bahwa baik jalan maupun jembatan sangat vital bagi mobilitas warga. Namun hingga kini kondisinya masih jauh dari kata layak.

“Sebagai warga, saya melihat kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan dan jembatan ini digunakan masyarakat untuk, menuju pukesmas, membawa barang, anak sekolah, dan ke pasar,” ujarnya.

Menurutnya, dampak paling terasa dari kerusakan jalan dan jembatan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan. Meski belum pernah terjadi kecelakaan berat, kondisi tersebut sangat menyulitkan kendaraan yang melintas.

“Kalau kecelakaan besar mungkin belum, tapi untuk lalu-lalang kendaraan itu sangat menyulitkan,” kata dia.

Situasi semakin memburuk saat musim hujan. Jalan dan jembatan menjadi licin dan berbahaya bagi pengendara. Bahkan, warga mengaku kecelakaan ringan sudah beberapa kali terjadi.

“Kalau hujan itu parah. Sudah pernah ada warga jatuh sampai luka-luka ringan. Di jembatan juga pernah ada warga yang jatuh, bahkan guru yang mengajar di Junjangan juga pernah jatuh saat melintas,” ungkapnya.

Jembatan penghubung antara Desa Sungai Raya dan Desa Junjangan tersebut dikenal warga dengan sebutan Jembatan Putih. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan dan jembatan tersebut, mengingat fungsinya yang sangat penting bagi aktivitas dan keselamatan masyarakat./guntur alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *