Dua Remaja Tersengat Listrik Tegangan Tinggi, Satu Korban Alami Luka Bakar 47 Persen
Tembilahan, detikriau.ìd – Peristiwa naas menimpa dua remaja di Jalan Ki Hajar Dewantara, Parit 13, Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Keduanya mengalami sengatan listrik saat berada di lantai tiga bangunan ruko Cafe Dolok.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kedua korban diketahui bernama Imam dan Lutfi. Saat kejadian, keduanya dan satu orang teman lainnya sedang berada di teras lantai tiga ruko Cafe Dolok.
Peristiwa bermula ketika Imam diduga tidak sengaja menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi yang berada sangat dekat dengan area teras lantai tiga bangunan tersebut.
Seketika tubuh korban tersengat arus listrik yang cukup kuat hingga mengalami luka serius.
Lutfi yang berada di dekat Imam turut naas, karena posisi keduanya berdekatan, Lutfi juga turut terkena sengatan listrik
Akibat kejadian tersebut, kedua korban langsung dievakuasi warga dan dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan penanganan medis.
“Saat kejadian saya berdekatan dengan Imam, dia terkena setrum terlebih dahulu. Karena posisi kami dekat, saya juga ikut tersengat,” ujar Lutfi saat ditemui detikriau.id di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Puri Husada Tembilahan.
Berdasarkan keterangan petugas medis yang menangani korban, Imam mengalami luka bakar cukup serius dengan estimasi mencapai sekitar 47 persen pada beberapa bagian tubuhnya. Sementara Lutfi mengalami luka yang relatif lebih ringan berupa luka bakar dan cedera pada bagian paha serta tangan.
Hingga berita ini diterbitkan, kedua korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Puri Husada Tembilahan. Kondisi Imam dikabarkan masih memerlukan penanganan serius mengingat luasnya luka bakar yang diderita akibat sengatan listrik tersebut.
Penyebab pasti insiden masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan masyarakat tidak boleh menunggu korban berikutnya. Setiap titik jaringan listrik yang berada berdekatan dengan bangunan, sekolah, tempat usaha maupun area publik perlu dievaluasi secara menyeluruh. Langkah pencegahan jauh lebih murah dibandingkan biaya sosial dan kemanusiaan yang harus dibayar ketika sebuah kecelakaan terjadi. Keberadaan kabel bertegangan tinggi yang berdekatan dengan area aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, dinilai berpotensi menimbulkan resiko keselamatan apabila tidak dilengkapi pengamanan yang memadai./Wan Bundo
