Tembilahan Diselimuti Asap, BRIN Proyeksikan Ancaman Kekeringan akibat El Niño hingga 2028

Screenshot_2026-10-08-11-49-17-89_680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

“Foto ilustrasi: Internet”

Tembilahan, detikriau.id – Kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir terpantau cukup pekat di Tembilahan, ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terjadi ketika Indonesia tengah menghadapi fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memproyeksikan ancaman kekeringan yang dipicu El Niño dapat berlangsung hingga periode 2027–2028.

Proyeksi tersebut bukan berarti fenomena El Niño dipastikan akan berlangsung tanpa putus sampai 2028. BRIN menyebut ancaman kekeringan akibat pengaruh El Niño masih berpotensi bertahan hingga periode tersebut.

Dalam publikasi BRIN bertajuk “Beware of Super El Niño 2026–2027, BRIN Strengthens Cross-Border Mitigation”, Peneliti Senior Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, menyebut proyeksi tersebut berdasarkan simulasi dan analisis terhadap 14 model iklim NASA NEX-GDDP.

“Berdasarkan simulasi dan analisis 14 model iklim NASA NEX-GDDP, ancaman kekeringan yang didorong El Niño diproyeksikan dapat berlanjut hingga periode 2027–2028,” demikian substansi informasi BRIN tersebut.

BRIN juga menyoroti munculnya sinyal kuat menuju fenomena Super El Niño 2026–2027.

Sementara itu, Mark Merrifield dari Scripps Institution of Oceanography menyebut anomali suhu permukaan laut di wilayah Pasifik Ekuatorial menunjukkan sinyal kuat menuju fase Super El Niño yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.

El Niño Sangat Kuat Sedang Berlangsung

Kondisi tersebut sejalan dengan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dalam analisis terbaru, BMKG mencatat pada Dasarian III September 2026 nilai anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino3.4 mencapai +3,44°C, sedangkan indeks ENSO tiga bulanan periode Juli–Agustus–September (JAS) mencapai +2,70.

Angka tersebut menunjukkan El Niño berada pada kategori sangat kuat.

BMKG juga menyebut kondisi El Niño diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027. Prediksi musim hujan 2026/2027 menunjukkan awal musim hujan di 529 Zona Musim atau sekitar 61,08 persen wilayah Indonesia mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologisnya.

Kondisi ini penting bagi wilayah Sumatera dan Riau karena periode kering yang lebih panjang dapat meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan serta penyebaran asap.

Dalam analisisnya, BMKG juga memperingatkan potensi kekeringan meteorologis pada sejumlah wilayah, termasuk sebagian Riau pada periode Oktober 2026.

Asap Tembilahan dan Risiko yang Perlu Diantisipasi

Di tengah proyeksi iklim tersebut, kondisi kualitas udara di Tembilahan menjadi persoalan yang tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya kerentanan terhadap karhutla.

Dalam beberapa hari terakhir, asap terpantau menyelimuti sejumlah kawasan di Tembilahan. Kondisi tersebut bahkan telah berdampak terhadap aktivitas pendidikan, dengan sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik.

Persoalannya, jika kondisi kering dan risiko karhutla tidak hanya terjadi pada musim ini, melainkan kembali muncul pada periode berikutnya, maka penanganan asap tidak cukup dilakukan sebagai respons terhadap kejadian sesaat.

Pemerintah daerah perlu memperkuat langkah pencegahan sejak awal, terutama pemantauan kawasan rawan terbakar, kesiapan menghadapi karhutla, perlindungan kelompok rentan, serta sistem peringatan dini kualitas udara.

BMKG sendiri dalam siaran pers mengenai El Niño sangat kuat mengingatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan karhutla.

BMKG juga menekankan perlunya kesiapan menghadapi kondisi kualitas udara yang kurang sehat berkepanjangan akibat mundurnya awal musim hujan.

Dengan demikian, kabut asap yang kini dirasakan masyarakat Tembilahan dapat menjadi peringatan bahwa persoalan yang dihadapi bukan sekadar asap hari ini.

Jika proyeksi BRIN mengenai ancaman kekeringan hingga 2027–2028 menjadi kenyataan, daerah-daerah yang memiliki kerentanan karhutla seperti Inhil perlu menyiapkan strategi mitigasi yang lebih panjang, bukan hanya menunggu munculnya titik api./red

Sumber: BRIN, Beware of Super El Niño 2026–2027, BRIN Strengthens Cross-Border Mitigation; BMKG, El Niño Sangat Kuat sedang Terjadi, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat (22 September 2026); serta Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian III September 2026 dan Prediksi Musim Hujan 2026/2027 BMKG.