Tahukah Kamu Fungsi Menjaga Mangrove..?

0
download (1)

oleh: Wan Bundo

Di wilayah pesisir seperti Indragiri Hilir, keberadaan mangrove atau pohon bakau sebenarnya sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa mangrove bukan sekadar pohon biasa yang tumbuh di pinggir laut.

Mangrove memiliki akar yang kuat dan rapat. Akar inilah yang berfungsi menahan ombak dan memperlambat air laut agar tidak langsung masuk ke daratan. Dengan kata lain, mangrove adalah pelindung alami yang menjaga daratan, rumah dan kebun masyarakat dari ancaman banjir rob dan abrasi.

Selain itu, mangrove juga berfungsi menahan lumpur atau sedimen (endapan lumpur) yang terbawa air. Lumpur ini lama-kelamaan akan mengendap dan membantu menambah daratan. Jika mangrove hilang, maka sedimen akan hanyut kembali ke laut, dan tanah di pesisir akan lebih mudah terkikis.

Tidak hanya itu, mangrove juga menjadi tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai jenis ikan, udang dan kepiting. Artinya, keberadaan mangrove sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan nelayan dan sumber penghasilan masyarakat pesisir.

Yang jarang diketahui, mangrove juga mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar. Karbon ini berasal dari udara dan jika tidak terserap, dapat memperparah pemanasan global. Karena kemampuannya menyerap karbon (kotoran udara) yang di wilayah laut, mangrove disebut sebagai penyimpan karbon biru (blue carbon).

Namun, ketika mangrove ditebang secara berlebihan, bukan hanya perlindungan pesisir yang hilang, tetapi karbon yang selama ini tersimpan juga bisa lepas kembali ke udara. Dampaknya, lingkungan menjadi semakin rentan, baik secara lokal maupun global.

Oleh karena itu, menjaga mangrove bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Mangrove boleh dimanfaatkan, tetapi harus dengan cara yang bijak, seperti tidak menebang secara berlebihan dan melakukan penanaman kembali, agar kelestariannya tetap terjaga.

Sederhananya, jika mangrove dijaga, maka pesisir akan lebih aman, hasil laut tetap ada dan lingkungan tetap terjaga. Namun jika mangrove hilang, maka resiko kerusakan akan semakin besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat itu sendiri.

Bercermin dari tragedi Sumatera yang baru baru ini terjadi, orang baru sadar pentingnya hutan setelah bencana datang. Rumah rusak, lahan hilang, bahkan merenggut jiwa, baru menyesal kemudian.

Awalnya dari penebangan, lalu pelan-pelan alam kehilangan pelindungnya. Kalau mangrove terus ditebang tanpa kontrol, kita sedang menunggu masalah yang sama datang ke kampung kita.

Jangan sampai kita juga menunggu kejadian serupa. Mangrove yang kita tebang secara brutal hari ini bisa jadi penyebab masalah besar dimasa yang akan datang./*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *