Wabup Inhil Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2026 Secara Virtual

0

Inhil, detikriau.id/ — Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Yuliantini, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Kegiatan tersebut berlangsung secara virtual dari E-Bilik Diskominfopers Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (12/1/2026).

Rakor dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Tomsi Tohir, dan diikuti oleh para kepala daerah, wakil kepala daerah, sekretaris daerah, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.

Dalam rapat tersebut dipaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat inflasi nasional pada Desember 2025 sebesar 0,64 persen secara bulanan (month to month). Sementara inflasi tahunan (year on year) tercatat sebesar 2,92 persen, demikian pula inflasi tahun kalender yang berada di angka 2,92 persen. Angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi nasional sebesar 1,5 hingga 3,5 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan tingkat inflasi sebesar 1,66 persen serta andil inflasi 0,48 persen. Selanjutnya disusul kelompok transportasi yang mengalami inflasi 0,55 persen dengan andil 0,07 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,00 persen dengan andil 0,07 persen.

Pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota, BPS mencatat terdapat 10 provinsi dengan inflasi tahunan tertinggi pada Desember 2025. Dalam daftar tersebut, Provinsi Riau menempati peringkat ketiga nasional dengan inflasi sebesar 4,88 persen (year on year).

Sementara itu, pada kategori 10 kabupaten/kota dengan inflasi tertinggi secara nasional, dua daerah di Provinsi Riau masuk dalam pemeringkatan tersebut. Kabupaten Indragiri Hilir (Tembilahan) tercatat berada di posisi keempat dengan tingkat inflasi mencapai 6,17 persen, sedangkan Kabupaten Kampar berada di peringkat ke-10 dengan inflasi sebesar 5,01 persen.

Rakor juga memaparkan perkembangan harga sejumlah komoditas strategis pada Minggu ke-II Januari 2026. Kenaikan harga masih didominasi oleh bawang putih, telur ayam ras, bawang merah, daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, serta beras di berbagai kabupaten/kota. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah untuk segera dilakukan langkah-langkah pengendalian, terutama melalui penguatan distribusi dan jaminan ketersediaan pasokan.

Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah pusat berharap seluruh pemerintah daerah dapat mengambil langkah strategis dan terukur dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta mendukung program nasional demi menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat./Guntur Alam/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *