Lagi Buaya Terkam Warga Inhil. Kali Ini Pencari Ketam di Kuala Enok

Screenshot_2026-08-30-10-28-40-42_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Tanah Merah, detikriau.id — Seorang warga Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, diterkam buaya saat mencari ketam di Sungai Selat Bantal Besar, Desa Selat Nama, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Korban diketahui bernama Arbain (32), seorang nelayan yang berdomisili di Jalan Taman Murni Jembatan 2, Kelurahan Kuala Enok.

Informasi kejadian menyebutkan, Arbain berangkat seorang diri pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB untuk mencari ketam di sekitar sungai tersebut.

Setelah beraktivitas hingga pagi hari, korban hendak mengambil parang miliknya yang terjatuh ke dalam sungai. Saat mengambil parang tersebut, tiba-tiba seekor buaya menerkam kaki kanan korban.

Korban berusaha melawan dan menyelamatkan diri dengan berpegangan pada sebuah pohon yang berada di dekatnya.

Tidak lama kemudian, buaya tersebut melepaskan gigitannya. Korban selanjutnya berusaha naik ke atas pompong dan menutup luka pada kaki kanannya menggunakan kain.

Dalam kondisi terluka, korban kemudian menghidupkan pompong dan berusaha kembali menuju rumah.

Sesampainya di sungai dekat rumah, korban berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar teriakan tersebut kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Kuala Enok untuk mendapatkan penanganan medis.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka gigitan pada kaki sebelah kanan. Korban selanjutnya direncanakan dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian karena aktivitas masyarakat di wilayah sungai masih cukup tinggi, sementara keberadaan buaya di kawasan perairan tersebut perlu diwaspadai.

Masyarakat yang beraktivitas di sungai, terutama pada waktu malam hingga pagi hari, diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berisiko memicu serangan satwa liar.

Pemerintah desa dan pihak terkait juga diharapkan meningkatkan sosialisasi serta langkah mitigasi di wilayah yang diketahui menjadi habitat atau lokasi kemunculan buaya./Guntur alam