BGN Luncurkan Radar MBG, Publik Bisa Cek Menu, Kandungan Gizi hingga Dapur SPPG
Tembilahan, detikriau.id — Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan portal monitoring program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberi nama Radar MBG. Portal tersebut disiapkan sebagai sarana keterbukaan informasi agar orang tua, guru, kepala sekolah hingga masyarakat umum dapat memantau pelaksanaan program MBG secara langsung.
Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan melalui Radar MBG masyarakat dapat mengetahui berbagai informasi terkait menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
“Dengan Radar MBG, bapak, ibu, orang tua yang memiliki anak bersekolah yang kemudian mendapatkan menu MBG bisa mengecek menu MBG apa yang disajikan,” ujar Sudaryono dalam keterangannya.
Menurutnya, informasi yang tersedia tidak hanya mengenai jenis menu, tetapi juga kandungan gizi dari makanan yang diberikan kepada peserta didik maupun penerima manfaat.
Masyarakat juga dapat mengetahui makanan tersebut diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mana, termasuk lokasi dan alamat dapur yang menyiapkan makanan.
Sudaryono menjelaskan, akses Radar MBG terbuka bagi semua pihak. Pengguna dapat memilih lokasi berdasarkan provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa.
Setelah memilih lokasi, masyarakat dapat melihat daftar penerima manfaat di wilayah tersebut dan mengeklik informasi yang tersedia untuk melihat gambar menu yang disajikan pada hari itu.
“Bisa diakses semua orang, baik orang tua, guru, kepala sekolah dan juga masyarakat umum,” katanya.
Tidak Ada Foto Menu? BGN Minta Masyarakat Aktif Mengawasi
Sudaryono juga mengakui masih terdapat kemungkinan sejumlah SPPG belum disiplin dalam melakukan pelaporan melalui sistem tersebut.
Kondisi itu, kata dia, dapat menyebabkan informasi atau gambar menu yang disajikan pada hari tertentu belum muncul di Radar MBG.
Karena itu, BGN mendorong orang tua, komite sekolah maupun pihak sekolah untuk tidak pasif dalam melakukan pengawasan.
Jika informasi menu tidak tersedia dalam portal, masyarakat dipersilakan menghubungi atau bahkan mengunjungi SPPG yang melayani wilayah mereka untuk memperoleh penjelasan.
“Kami harapkan dan kami perbolehkan untuk berkunjung, mengunjungi, menghubungi SPPG, di mana menu makanan dari anak-anak yang Bapak Ibu semua bersekolah itu bisa dikunjungi untuk kemudian mendapatkan penjelasan,” ujar Sudaryono.
Menurutnya, keterlibatan publik tersebut penting untuk mendorong keterbukaan sekaligus memperbaiki kinerja dapur-dapur SPPG dalam menjalankan program MBG.
Dengan demikian, pengawasan terhadap program MBG tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membuka ruang bagi orang tua dan masyarakat untuk memastikan makanan yang diterima anak-anak sesuai dengan informasi dan standar yang ditetapkan.
Sudaryono menegaskan, peluncuran Radar MBG merupakan bagian dari komitmen BGN dalam meningkatkan transparansi pelayanan publik.
“Ini adalah bukti keterbukaan Badan Gizi Nasional terhadap publik. Kami terus meningkatkan pelayanan, dan kami terus memperbaiki diri agar kemudian pelayanan kami ini bisa lebih prima, lebih baik dari waktu ke waktu,” pungkasnya./red
Sumbar: SIPERS-291/BGN/08/2026
