LONGSOR SUSULAN KEMBALI HANTAM KUALA ENOK
“Kerugian Capai Rp500 Juta, Warga Minta Pemerintah Bertindak Nyata”
Indragiri Hilir, detikriau.id – Bencana longsor susulan kembali terjadi di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 12.25 WIB. Peristiwa yang terjadi di RT 01 RW 01 Jalan Merdeka tersebut menambah daftar panjang abrasi dan longsor yang terus mengancam permukiman warga pesisir.
Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 7 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat longsor susulan tersebut. Sebanyak 4 unit rumah dan 2 lapak usaha warga mengalami kerusakan dan terancam ambruk ke badan sungai. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Peristiwa ini terjadi hanya berselang tiga hari setelah kejadian longsor di titik lain di lokasi yang sama wilayah Kuala Enok. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena ancaman abrasi dan longsor dinilai semakin serius, sementara upaya penanganan permanen belum terlihat.
Kejadian berulang ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkrit. Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin bencana serupa akan kembali terjadi dengan dampak yang lebih besar dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir bersama instansi terkait segera menetapkan langkah penanganan jangka panjang, mulai dari pembangunan pengaman tebing, normalisasi kawasan rawan abrasi, hingga pengalokasian anggaran khusus mitigasi bencana pesisir.
Bencana longsor yang terus berulang di Kuala Enok kini menjadi ujian serius bagi komitmen pemerintah dalam melindungi keselamatan warga. Pasalnya, selama ancaman abrasi belum ditangani secara menyeluruh, masyarakat akan terus hidup dalam bayang-bayang kehilangan rumah, mata pencaharian, bahkan nyawa./wan bundo
