{"id":87105,"date":"2026-09-06T15:16:57","date_gmt":"2026-09-06T15:16:57","guid":{"rendered":"https:\/\/detikriau.id\/?p=87105"},"modified":"2026-09-06T15:16:57","modified_gmt":"2026-09-06T15:16:57","slug":"empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/","title":{"rendered":"Empat Wilayah Riau Jadi Atensi, Kapolda-Pangdam Turun Cek Karhutla"},"content":{"rendered":"<p>&#8220;41 Kasus, 44 Tersangka&#8221;<\/p>\n<p><strong>Siak, detikriau.id<\/strong>\u2013 Sebaran hotspot kembali menjadi perhatian serius di Provinsi Riau. Empat kabupaten terpantau memiliki jumlah titik panas cukup tinggi pada Sabtu (5\/9\/2026), di tengah luas lahan terbakar yang telah mencapai 5.865,32 hektare hingga 4 September 2026.<\/p>\n<p>Data hotspot pagi itu menunjukkan <strong>Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni 59 hotspot<\/strong>, disusul <strong>Indragiri Hilir 48 hotspot, Pelalawan 22 hotspot, dan Siak 20 hotspot<\/strong>.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut mendorong peningkatan kewaspadaan jajaran TNI-Polri. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX\/Tuanku Tambusai bahkan turun langsung mengecek penanganan Karhutla di areal PT Bumi Siak Pusako, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.<\/p>\n<p>Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus melihat kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi maupun kebakaran yang sudah terjadi.<\/p>\n<p>\u201cHari ini saya bersama Pangdam turun langsung melihat kondisi di Siak. Sementara untuk wilayah lain yang terpantau memiliki hotspot, jajaran sudah kita minta melakukan pengecekan di lapangan. Setiap indikasi harus segera ditindaklanjuti agar api tidak sampai meluas,\u201d kata Herry.<\/p>\n<p>Kapolda mengingatkan, banyaknya hotspot tidak serta-merta berarti seluruh titik tersebut merupakan kebakaran aktif. Karena itu, pengecekan langsung atau <em>ground check<\/em> menjadi penting untuk memastikan kondisi sebenarnya.<\/p>\n<p>Jika ditemukan api, personel diminta segera melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga lokasi benar-benar aman.<\/p>\n<p>Langkah tersebut dinilai penting terutama di kawasan gambut yang memiliki karakteristik berbeda karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan dan berpotensi kembali menyala.<\/p>\n<p>\u201cKarhutla sangat dinamis. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Begitu ada hotspot, cek. Kalau ditemukan api, segera padamkan dan pastikan pendinginannya tuntas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dengan luas lahan terbakar yang telah mencapai ribuan hektare, pencegahan juga kembali diarahkan ke wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, termasuk desa-desa rawan Karhutla, kawasan perkebunan, lahan gambut dan lokasi yang sebelumnya pernah terbakar.<\/p>\n<h3>Hotspot Tinggi, Tak Boleh Berhenti di Data<\/h3>\n<p>Herry menekankan bahwa data hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan. Artinya, keberadaan puluhan titik panas di satu wilayah tidak boleh berhenti sebagai angka dalam laporan.<\/p>\n<p>\u201cBegitu ada hotspot, cek,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Menurut Herry, masih ditemukannya masyarakat yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar juga menjadi perhatian.<\/p>\n<p>Karena itu, sosialisasi larangan membakar lahan diminta kembali dilakukan secara masif hingga tingkat desa dan dusun.<\/p>\n<p>Bhabinkamtibmas bersama Babinsa akan menjadi ujung tombak pencegahan dengan turun langsung menemui masyarakat, kelompok tani hingga pemilik lahan.<\/p>\n<p>Sosialisasi dilakukan melalui sambang dan <em>door to door<\/em>, patroli dialogis, kegiatan di tempat ibadah maupun ruang publik, serta pengecekan kembali plang larangan membakar di wilayah rawan.<\/p>\n<p>\u201cPencegahan harus dimulai sebelum muncul api. Bhabinkamtibmas bersama Babinsa harus mengetahui kondisi wilayah dan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat. TNI-Polri bersama pemerintah harus hadir sampai ke tingkat desa,\u201d tegas Herry.<\/p>\n<p>Namun, pendekatan kepada masyarakat tidak cukup hanya dengan larangan. Masyarakat yang perlu membersihkan atau membuka lahan juga perlu diberikan edukasi dan pendampingan agar aktivitas tersebut dilakukan tanpa membakar.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak ingin hanya datang dan mengatakan tidak boleh membakar. Kita juga harus memberikan solusi. Masyarakat tetap bisa mengelola lahannya, tetapi dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan Karhutla,\u201d katanya.<\/p>\n<h3>41 Kasus, 44 Tersangka<\/h3>\n<p>Di tengah penguatan pencegahan dan pemadaman, penegakan hukum terhadap pelaku Karhutla tetap berjalan.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, Polda Riau dan jajaran telah menangani <strong>41 kasus Karhutla dengan 44 orang ditetapkan sebagai tersangka<\/strong>.<\/p>\n<p>Setiap lokasi kebakaran akan didalami untuk mengetahui penyebab serta pihak yang bertanggung jawab. Jika ditemukan unsur pidana, proses hukum dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p>\u201cPencegahan kita perkuat, pemadaman kita lakukan maksimal, tetapi penegakan hukum tetap berjalan. Kalau ditemukan unsur pidana, tentu akan kita proses,\u201d tegas Herry.<\/p>\n<p>Kapolda juga memberikan apresiasi kepada personel TNI-Polri dan tim gabungan yang terus menangani Karhutla, termasuk BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pemerintah daerah, perusahaan, relawan dan masyarakat.<\/p>\n<p>Sinergi Polda Riau dan Kodam XIX\/Tuanku Tambusai bersama seluruh unsur terkait akan terus diperkuat, baik dalam pemadaman maupun pencegahan.<\/p>\n<p>\u201cFokus kita sekarang adalah mencegah kebakaran baru, memadamkan setiap api yang ditemukan dan memastikan tidak ada kebakaran yang meluas. Pada saat yang sama, keselamatan dan kesehatan seluruh personel yang bekerja di lapangan juga harus kita jaga,\u201d pungkasnya.\/***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;41 Kasus, 44 Tersangka&#8221; Siak, detikriau.id\u2013 Sebaran hotspot kembali menjadi perhatian serius di Provinsi Riau&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":87106,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-87105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-semesta-riau"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Empat Wilayah Riau Jadi Atensi, Kapolda-Pangdam Turun Cek Karhutla -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Empat Wilayah Riau Jadi Atensi, Kapolda-Pangdam Turun Cek Karhutla -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&#8220;41 Kasus, 44 Tersangka&#8221; Siak, detikriau.id\u2013 Sebaran hotspot kembali menjadi perhatian serius di Provinsi Riau....\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-06T15:16:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/detikriau.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot_2026-09-06-22-08-38-15_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"301\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Faisal Alwie\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Faisal Alwie\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/06\\\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/06\\\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Faisal Alwie\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7d4a6a44166cf72cd079b0c773b88b7b\"},\"headline\":\"Empat Wilayah Riau Jadi Atensi, Kapolda-Pangdam Turun Cek Karhutla\",\"datePublished\":\"2026-09-06T15:16:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/06\\\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\\\/\"},\"wordCount\":651,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/06\\\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Screenshot_2026-09-06-22-08-38-15_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg\",\"articleSection\":[\"Semesta Riau\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/06\\\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/06\\\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\\\/\",\"name\":\"Empat Wilayah Riau Jadi Atensi, Kapolda-Pangdam Turun Cek Karhutla -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/06\\\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/06\\\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Screenshot_2026-09-06-22-08-38-15_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-06T15:16:57+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7d4a6a44166cf72cd079b0c773b88b7b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/06\\\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/06\\\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/06\\\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Screenshot_2026-09-06-22-08-38-15_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Screenshot_2026-09-06-22-08-38-15_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg\",\"width\":720,\"height\":301},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/06\\\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Empat Wilayah Riau Jadi Atensi, Kapolda-Pangdam Turun Cek Karhutla\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"Fakta Utuh, Perspektif Jernih\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7d4a6a44166cf72cd079b0c773b88b7b\",\"name\":\"Faisal Alwie\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1c1637dd5a596c90274183d6185227cc172ef576afccc3ef816f999c66a449b8?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1c1637dd5a596c90274183d6185227cc172ef576afccc3ef816f999c66a449b8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1c1637dd5a596c90274183d6185227cc172ef576afccc3ef816f999c66a449b8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Faisal Alwie\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/detikriau.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/detikriau.id\\\/index.php\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Empat Wilayah Riau Jadi Atensi, Kapolda-Pangdam Turun Cek Karhutla -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Empat Wilayah Riau Jadi Atensi, Kapolda-Pangdam Turun Cek Karhutla -","og_description":"&#8220;41 Kasus, 44 Tersangka&#8221; Siak, detikriau.id\u2013 Sebaran hotspot kembali menjadi perhatian serius di Provinsi Riau....","og_url":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/","article_published_time":"2026-09-06T15:16:57+00:00","og_image":[{"width":720,"height":301,"url":"https:\/\/detikriau.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot_2026-09-06-22-08-38-15_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Faisal Alwie","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Faisal Alwie","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/"},"author":{"name":"Faisal Alwie","@id":"https:\/\/detikriau.id\/#\/schema\/person\/7d4a6a44166cf72cd079b0c773b88b7b"},"headline":"Empat Wilayah Riau Jadi Atensi, Kapolda-Pangdam Turun Cek Karhutla","datePublished":"2026-09-06T15:16:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/"},"wordCount":651,"image":{"@id":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/detikriau.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot_2026-09-06-22-08-38-15_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg","articleSection":["Semesta Riau"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/","url":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/","name":"Empat Wilayah Riau Jadi Atensi, Kapolda-Pangdam Turun Cek Karhutla -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/detikriau.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/detikriau.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot_2026-09-06-22-08-38-15_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg","datePublished":"2026-09-06T15:16:57+00:00","author":{"@id":"https:\/\/detikriau.id\/#\/schema\/person\/7d4a6a44166cf72cd079b0c773b88b7b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/#primaryimage","url":"https:\/\/detikriau.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot_2026-09-06-22-08-38-15_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg","contentUrl":"https:\/\/detikriau.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot_2026-09-06-22-08-38-15_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg","width":720,"height":301},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/2026\/09\/06\/empat-wilayah-riau-jadi-atensi-kapolda-pangdam-turun-cek-karhutla\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/detikriau.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Empat Wilayah Riau Jadi Atensi, Kapolda-Pangdam Turun Cek Karhutla"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/detikriau.id\/#website","url":"https:\/\/detikriau.id\/","name":"","description":"Fakta Utuh, Perspektif Jernih","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/detikriau.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/detikriau.id\/#\/schema\/person\/7d4a6a44166cf72cd079b0c773b88b7b","name":"Faisal Alwie","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1c1637dd5a596c90274183d6185227cc172ef576afccc3ef816f999c66a449b8?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1c1637dd5a596c90274183d6185227cc172ef576afccc3ef816f999c66a449b8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1c1637dd5a596c90274183d6185227cc172ef576afccc3ef816f999c66a449b8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Faisal Alwie"},"sameAs":["https:\/\/detikriau.id"],"url":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87105"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":87107,"href":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87105\/revisions\/87107"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikriau.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}