“Direktur RS Tengku Sulung, dr. Rahmat Susanto”
PULAU KIJANG, detikriau.id – Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tidak hanya bergantung pada ketersediaan tenaga medis, tetapi juga kesiapan fasilitas dan peralatan penunjang yang memadai.
Hal tersebut menjadi salah satu tantangan yang masih dihadapi Rumah Sakit Tengku Sulung di Pulau Kijang. Rumah sakit yang menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat dan wilayah sekitarnya itu masih membutuhkan penguatan sarana dan prasarana untuk mendukung pelayanan medis yang lebih optimal.
Sejumlah fasilitas penunjang, seperti laboratorium dan peralatan rontgen, disebut masih sederhana. Begitu pula dengan sarana pendukung lainnya, termasuk ruang rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD), yang dinilai masih membutuhkan peningkatan agar dapat memenuhi standar pelayanan yang diharapkan.
Di tengah keterbatasan tersebut, ketersediaan dokter spesialis juga masih menjadi pekerjaan rumah. Saat ini, RS Tengku Sulung baru memiliki dokter spesialis bedah, anestesi, dan kebidanan. Sementara dokter spesialis anak dan penyakit dalam belum tersedia.
Direktur RS Tengku Sulung, dr. Rahmat Susanto, saat dikonfirmasi wartawan media ini, Sabtu (31/10/2026), mengatakan pihaknya telah berupaya memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis sejak dirinya menjabat sebagai direktur.
Salah satu upaya yang berhasil diwujudkan adalah mendatangkan dokter spesialis bedah dari Universitas Riau (UNRI) yang bersedia mengabdi dan bertugas di RS Tengku Sulung.
Namun, upaya mendapatkan dokter spesialis anak dan penyakit dalam masih belum membuahkan hasil. Pihak rumah sakit bahkan telah melakukan pencarian secara mandiri melalui sejumlah universitas, tetapi belum menemukan dokter yang bersedia bertugas di Pulau Kijang.
Kondisi geografis, jarak tempuh yang relatif jauh, serta akses jalan menuju Pulau Kijang diduga menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi minat dokter spesialis untuk mengabdi di wilayah tersebut.
Sementara itu, untuk mendukung operasional pelayanan dasar, rumah sakit telah memiliki tenaga kesehatan seperti dokter umum, apoteker, petugas laboratorium, dan tenaga farmasi.
Butuh Dukungan dan Perhatian Pemerintah Daerah
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kapasitas RS Tengku Sulung membutuhkan penanganan secara menyeluruh. Pemenuhan tenaga dokter spesialis perlu berjalan beriringan dengan peningkatan fasilitas, peralatan medis, serta sarana pelayanan lainnya.
Ketersediaan dokter spesialis anak dan penyakit dalam, misalnya, sangat dibutuhkan untuk memperluas cakupan pelayanan medis. Dengan demikian, masyarakat tidak selalu harus bergantung pada rumah sakit lain ketika membutuhkan penanganan sesuai bidang spesialisasi tersebut.
Namun, keberadaan tenaga dokter spesialis juga harus didukung kesiapan fasilitas dan peralatan medis. Tanpa dukungan sarana yang memadai, upaya meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan rumah sakit tentu tidak dapat berjalan secara optimal.
Karena itu, diperlukan perhatian dan dukungan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk melakukan evaluasi terhadap kebutuhan pengembangan RS Tengku Sulung, baik dari sisi infrastruktur, peralatan medis, maupun pemenuhan sumber daya manusia kesehatan.
Penguatan RS Tengku Sulung menjadi penting mengingat keberadaan rumah sakit daerah tidak sekadar menyediakan tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga memastikan masyarakat di wilayah pesisir dan jauh dari pusat perkotaan memperoleh akses pelayanan medis yang layak.
Pada akhirnya, pemerataan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan menghadirkan fasilitas rumah sakit. Kesiapan infrastruktur, kelengkapan peralatan, ketersediaan tenaga medis, serta dukungan kebijakan dan anggaran harus menjadi satu kesatuan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat./red

