Site icon

TAHUKAH KAMU? KERAJAAN KERITANG, JEJAK KERAJAAN LAMA DI INDRAGIRI HILIR

Screenshot_2026-10-27-07-30-07-44_96b26121e545231a3c569311a54cda96

“Foto ilustrasi: AI/detikriau.id”

Tembilahan, detikriau.id — Jauh sebelum Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, berkembang seperti sekarang, wilayah ini telah menyimpan jejak sejarah kerajaan-kerajaan Melayu. Salah satunya adalah Kerajaan Keritang, yang disebut dalam sejumlah sumber sejarah sebagai salah satu cikal bakal perkembangan Kerajaan Indragiri.

Nama Keritang bukan sekadar nama wilayah atau kecamatan. Di baliknya tersimpan kisah tentang kekuasaan, hubungan antarkerajaan, dan perjalanan sejarah yang turut membentuk identitas kawasan Indragiri.

Keritang dalam catatan sejarah

Sejumlah literatur sejarah lokal menyebut Kerajaan Keritang berada di kawasan yang kini termasuk wilayah Indragiri Hilir. Kerajaan ini dikenal melalui kisah mengenai para penguasa awalnya dan hubungannya dengan perkembangan Kerajaan Indragiri.

Salah satu tokoh yang muncul dalam berbagai catatan sejarah adalah Raja Merlang. Dalam kisah tersebut, Raja Merlang disebut pernah ditawan oleh penguasa Malaka. Dari perkawinannya dengan seorang putri Sultan Mansyur Syah, lahir seorang putra bernama Narasinga.

Ketika masyarakat Indragiri tidak memiliki raja, Narasinga kemudian dikaitkan dengan peralihan kekuasaan menuju Kerajaan Indragiri. Sejumlah sumber menyebut Pekan Tua sebagai pusat pemerintahan pada fase awal perkembangan kerajaan tersebut.

Kisah ini memperlihatkan bahwa sejarah kerajaan di kawasan Indragiri tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan dinamika politik dan hubungan kekuasaan di wilayah Melayu pada masa lalu.

Meski demikian, detail mengenai masa pemerintahan, silsilah raja, dan kronologi peralihan kekuasaan perlu dibaca dengan mempertimbangkan sumber yang digunakan. Catatan sejarah tradisional dan hasil penelitian sejarah tidak selalu menyajikan rincian yang sama.

Puri Tujuh, simbol yang menyimpan misteri

Salah satu unsur yang paling dikenal dalam narasi sejarah Kerajaan Keritang adalah Puri Tujuh, yang juga disebut sebagai Pintu Tujuh atau Kedaton Gunung Tujuh.

Nama tersebut merujuk pada gambaran bangunan atau gapura dengan tujuh lapis pintu yang dikaitkan dengan kebesaran kerajaan.

Puri Tujuh kemudian diabadikan dalam lambang Kabupaten Indragiri Hilir. Dalam penjelasan resmi pemerintah daerah, simbol tersebut merepresentasikan aspek sejarah dan kebudayaan Inhil pada periode Melayu Tua yang dikaitkan dengan masa Kerajaan Sriwijaya.

Puri Tujuh juga memiliki makna simbolis yang lebih luas. Pemerintah daerah menjelaskan bahwa tujuh lapis pintu dapat dimaknai sebagai gambaran tujuh sungai besar yang mengalir di wilayah Indragiri Hilir.

Namun, keberadaan fisik Puri Tujuh masih menyisakan pertanyaan. Sebuah tulisan yang membahas sejarah lokal Keritang menyoroti belum ditemukannya bukti konkret yang dapat memastikan lokasi dan bentuk bangunan tersebut. Karena itu, gambaran Puri Tujuh dalam catatan sejarah perlu dibedakan dari bukti arkeologis yang telah terverifikasi.

Jejak masa lalu yang perlu ditelusuri

Penelitian arkeologi di kawasan daerah aliran Sungai Indragiri juga memberikan gambaran bahwa wilayah ini menyimpan tinggalan aktivitas manusia dari berbagai masa.

Kajian arkeologi yang diterbitkan dalam jurnal Berkala Arkeologi mencatat temuan fragmen gerabah dan keramik dari situs Keritang di kawasan Sungai Reteh. Temuan seperti ini menjadi bagian dari bahan penelitian untuk memahami kehidupan masyarakat masa lalu dan hubungan kawasan tersebut dengan jaringan permukiman di sepanjang sungai.

Akan tetapi, keberadaan artefak tidak serta-merta membuktikan seluruh kisah tentang kerajaan atau memastikan lokasi Puri Tujuh. Penetapan umur, konteks temuan, dan hubungannya dengan suatu kerajaan memerlukan penelitian lebih lanjut.

Sejarah Kerajaan Keritang dengan demikian bukan hanya cerita tentang raja dan kekuasaan, tetapi juga bagian dari upaya memahami perjalanan panjang masyarakat di wilayah yang kini menjadi Kabupaten Indragiri Hilir.

Melalui penelitian sejarah, penelusuran arsip, dan pelestarian peninggalan budaya, kisah masa lalu daerah ini dapat terus dipelajari oleh generasi sekarang.

Tahukah Kamu? Nama Puri Tujuh tidak hanya dikenal dalam cerita sejarah Kerajaan Keritang, tetapi juga diabadikan dalam lambang resmi Kabupaten Indragiri Hilir.

Sumber bacaan: Portal resmi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir tentang makna lambang daerah; kajian arkeologi Berkala Arkeologi mengenai sejarah kawasan Indragiri; serta literatur sejarah Kerajaan Indragiri.

Rubrik Tahukah Kamu? — detikriau.id

 

Exit mobile version