Site icon

Bhabinkamtibmas Polsek GAS Modifikasi Motor Jadi Alat Penanganan Awal Karhutla

Screenshot_2026-10-07-19-29-06-02_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Telukpinang, detikriau.id — Berupaya mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bhabinkamtibmas Polsek Gaung Anak Serka (GAS) berinovasi dengan memodifikasi sepeda motor dinas menjadi perangkat pemadam kebakaran tahap awal.

Inovasi tersebut dilakukan Briptu Prima Al Yoga Saputra, Bhabinkamtibmas wilayah Kuala Gaung. Sepeda motor dimodifikasi dengan memasang inverter dan mesin pompa celup yang dapat digunakan untuk menyedot serta mengalirkan air ke lokasi kebakaran.

“Tujuannya untuk penanganan kebakaran pada tahap awal. Jika terjadi kebakaran, alat ini dapat langsung digunakan,” ujar Prima.

Ia menjelaskan, sistem tersebut memanfaatkan sumber listrik dari sepeda motor yang kemudian diubah menggunakan inverter berkapasitas 2.000 watt untuk menggerakkan pompa celup.
Air disedot dari sumber terdekat menggunakan pompa, kemudian dialirkan melalui selang dan disemprotkan melalui nozzle ke titik api.

Menurut Prima, inovasi itu dilatarbelakangi keprihatinan terhadap potensi keterlambatan penanganan kebakaran lahan skala kecil akibat keterbatasan peralatan di lapangan.

“Alat ini dikembangkan dari pompa celup yang biasa digunakan untuk menyedot air. Sistem penggeraknya memanfaatkan listrik dari sepeda motor yang diubah oleh inverter,” jelasnya.

Dalam penggunaannya, pompa terlebih dahulu ditempatkan pada sumber air. Kabel kemudian disambungkan ke inverter dan alat dinyalakan untuk mengalirkan air menuju nozzle.
Camat Gaung Anak Serka, Fitrianto, SKM., MARS. mengapresiasi inovasi yang dilakukan Bhabinkamtibmas tersebut.

Ia berharap alat tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian Sektor Gaung Anak Serka atas inovasi alat penanganan dan pencegahan kebakaran ini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat dan mampu menangani kebakaran dengan lebih cepat dan maksimal,” ujar Fitrianto.

Menurutnya, inovasi tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan sehingga nantinya bisa dimanfaatkan di desa dan kelurahan lainnya./guntur alam

Exit mobile version