Keritang, detikriau.id – Misteri kematian E.S (26), warga Desa Kayu Raja, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), masih menyisakan tanda tanya.
Sembilan hari setelah ditemukan meninggal dunia di dalam togok jaring ikan di perairan Sungai Batang, Kecamatan Sungai Batang, makam E.S kembali dibongkar.
Polres Indragiri Hilir bersama Tim Forensik Biddokkes Polda Riau melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah E.S di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kayu Raja, Jumat (2/10/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi medis yang dapat membantu penyidik memastikan penyebab kematian korban.
E.S sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dalam togok jaring ikan miliknya di wilayah Sungai Batang, Desa Pesenggerahan, Kecamatan Sungai Batang, pada Jumat (25/9/2026).
Belum adanya kesimpulan mengenai penyebab kematian membuat pemeriksaan forensik dilakukan terhadap jenazah korban.
Proses ekshumasi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Tim melakukan pembongkaran makam dan mengangkat jenazah untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan autopsi di lokasi yang telah disiapkan.
Sekitar pukul 15.00 WIB, tim melakukan pendataan identitas jenazah dan keluarga. Pihak keluarga kemudian menandatangani berita acara persetujuan autopsi bersama Tim Forensik.
Pemeriksaan dilakukan Tim Forensik Biddokkes Polda Riau yang dipimpin Plh. Kasubbid Dokpol AKBP Supriyanto, AMK., SKM., M.H., bersama dokter forensik dr. Youga Balian Firdaus, S.H., Sp.FM. dan tim.
Sementara pengamanan dan pendampingan kegiatan dilakukan jajaran Polres Inhil yang dipimpin langsung Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., dengan melibatkan Satreskrim, Satintelkam, Polsek Keritang, Polsek Kempas, Sidokkes Polres Inhil serta unsur terkait lainnya.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah E.S dimakamkan kembali sekitar pukul 17.00 WIB.
Kapolres Inhil mengatakan ekshumasi dan autopsi dilakukan untuk memperoleh informasi medis yang diperlukan dalam proses penyelidikan.
“Ekshumasi dan autopsi merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk memperoleh informasi medis yang diperlukan dalam mengungkap penyebab kematian. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan memberikan dukungan terhadap tim forensik,” ujar Kapolres.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 17.40 WIB, proses ekshumasi berlangsung aman dan kondusif.
Namun, hingga kini penyebab pasti kematian E.S belum dapat disimpulkan.
Hasil pemeriksaan masih menunggu analisis Tim Forensik Biddokkes Polda Riau. Hasil autopsi tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan penyelidikan Satreskrim Polres Inhil untuk memastikan penyebab kematian korban.
Dengan demikian, dugaan maupun kesimpulan mengenai penyebab kematian E.S masih menunggu hasil pemeriksaan forensik./red

