Pekanbaru, detikriau.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau perkembangan Siklon Tropis Surigae yang saat ini berada di Laut Filipina, sebelah utara Papua Barat.
Dalam pembaruan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, Kamis (24/9/2026) pukul 07.00 WIB, Surigae disebut berkembang dari Bibit Siklon Tropis 91W dan telah mencapai intensitas siklon tropis pada Rabu (23/9/2026) pukul 19.00 WIB.
BMKG memprakirakan kecepatan angin maksimum sistem tersebut masih berpotensi meningkat, dengan pergerakan menuju arah barat-barat laut.
Meski pusat sistem berada jauh dari wilayah Riau, perkembangan Surigae tetap menjadi bagian yang perlu diperhatikan, khususnya bagi aktivitas pelayaran dan masyarakat yang berada di wilayah perairan terdampak.
BMKG memperkirakan gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan akibat pengaruh sistem siklon tersebut, antara lain Perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud, Laut Maluku serta perairan Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.
Bibit Siklon 92W Juga Dipantau
Selain Surigae, BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 92W yang terbentuk dalam wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 23 September 2026.
Pada pembaruan terbaru BMKG, sistem 92W berada di sekitar Teluk Thailand dan memiliki kategori peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis. Sistem tersebut diprakirakan bergerak ke arah barat laut.
BMKG juga mencatat potensi gelombang sedang hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia dalam periode 24–27 September 2026.
Riau Tetap Masuk Peringatan Cuaca
Sementara itu, perhatian untuk masyarakat Riau lebih relevan pada potensi hujan sedang hingga lebat.
Data potensi cuaca ekstrem BMKG mencantumkan Provinsi Riau dalam kategori waspada hujan sedang-lebat pada 24, 25 dan 26 September 2026.
Karena itu, masyarakat di Riau, termasuk wilayah pesisir dan daerah yang memiliki aktivitas transportasi sungai maupun laut, diimbau tetap memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas.
BMKG meminta masyarakat dan pelaku aktivitas kelautan di wilayah yang terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gelombang tinggi serta terus mengikuti informasi cuaca terbaru.
Catatan redaksi: Perkembangan siklon dapat berubah dari waktu ke waktu. Informasi mengenai dampak terhadap suatu wilayah sebaiknya mengacu pada pembaruan resmi BMKG dan prakiraan cuaca/perairan setempat./red

