TEMBILAHAN, detikriau.id — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ancaman kebakaran lahan dan munculnya puluhan titik panas di sejumlah wilayah Inhil.
Plh. Bupati Inhil, Yuliantini, menegaskan masyarakat perlu bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api baru, terlebih kondisi kemarau saat ini meningkatkan risiko kebakaran lahan.
“Saya harap masyarakat jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Mari kita jaga lingkungan. Akibat kebakaran ini, udara kita menjadi tidak sehat lagi dan dapat memicu timbulnya penyakit,” tegas Yuliantini saat meninjau lokasi kebakaran lahan di kawasan perkebunan Parit 18, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Jumat (28/8/2026).
Kebakaran lahan di kawasan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari lima hektare. Titik api bahkan sempat mendekati area permukiman warga.
Yuliantini menyebut berdasarkan pemantauan hingga Jumat, terdapat 72 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di delapan kecamatan di Kabupaten Inhil.
“Segala upaya telah kita lakukan untuk melakukan pemadaman. Saat ini kita sedang membuat embung untuk membuat aliran air yang bisa digunakan dalam proses pemadaman,” ujarnya.
Penanganan kebakaran melibatkan BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran dan masyarakat. Khusus di kawasan Sungai Beringin, pemerintah daerah bersama tim penanganan membuat dua embung sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman.
Menurut Yuliantini, kondisi geografis Inhil yang didominasi lahan gambut membuat penanganan kebakaran membutuhkan strategi dan peralatan khusus. Akses menuju sejumlah titik api juga relatif sempit sehingga menyulitkan mobilisasi peralatan berukuran besar.
“Struktur tanah Inhil ini gambut dan peralatan yang digunakan saat ini sangat sederhana. Lokasi jalan yang kecil menuju titik api, jadi kita perlu mesin-mesin yang mudah dibawa,” jelasnya.
Pemkab Inhil berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau maupun pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), khususnya dalam penyediaan peralatan yang sesuai dengan kondisi geografis dan medan kebakaran di Inhil.
Selain memperkuat penanganan di lapangan, pemerintah daerah juga berencana melaksanakan Salat Istisqa sebagai salah satu ikhtiar menghadapi kondisi kemarau dan memohon turunnya hujan.
Pemkab Inhil kembali mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, segera melaporkan apabila menemukan titik api, serta ikut menjaga lingkungan agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak terhadap kesehatan maupun aktivitas masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat./Guntur alam

