Tembilahan, detikriau.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mencatat sebanyak 80 titik hotspot yang tersebar di 9 kecamatan pada Minggu (23/8/2026).
Dari data tersebut, Kecamatan Gaung menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 28 titik.
Menindaklanjuti temuan itu, BPBD Inhil mengerahkan tim untuk melakukan pemantauan dan penanganan terhadap sejumlah lokasi yang terindikasi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Saat ini, penanganan karhutla di Pulau Kecil Reteh telah memasuki hari kedua. Sementara di Karya Tani Kempas juga memasuki hari kedua, sedangkan penanganan di Simpang Gaung memasuki hari pertama.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansah, S.Si., ME., mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
“Masyarakat diimbau tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar,” demikian imbauan BPBD.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun kepulan asap di sekitar lingkungan.
Laporan masyarakat dinilai penting agar petugas dapat segera melakukan pengecekan, pemantauan, dan penanganan sehingga potensi kebakaran tidak meluas./Guntur alam

