Tembilahan, detikriau.id – Tender pembangunan Pasar Tembilahan dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp19,9 miliar kini memasuki tahapan evaluasi setelah proses pemasukan dokumen penawaran ditutup pada 13 Agustus 2026.
Data pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) menunjukkan sedikitnya 54 perusahaan tercantum sebagai peserta tender paket Pembangunan Pasar Tembilahan dengan kode tender 10150209000.
Paket tersebut berada pada Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Indragiri Hilir, menggunakan sumber dana APBD 2026.
Dalam informasi tender, metode yang digunakan adalah Tender-Pascakualifikasi Satu File-Harga Terendah Sistem Gugur, dan tender tersebut tidak menggunakan mekanisme reverse auction.
Dari daftar peserta yang ditampilkan SPSE, terdapat tiga perusahaan yang sudah tercantum dengan harga penawaran. Posisi terendah sementara ditempati PT Fida Teknik Pratama dengan penawaran sebesar Rp17.312.924.783,77.
Kemudian PT Bukit Zaitun mengajukan penawaran sebesar Rp17.821.376.902,08, sedangkan PT Bumi Palapa Perkasa memasukkan penawaran sebesar Rp19.493.455.291,16.
Dengan HPS Rp19,9 miliar, penawaran PT Fida Teknik Pratama tercatat sekitar Rp2,587 miliar atau 13 persen lebih rendah dari HPS.
Sementara penawaran PT Bukit Zaitun lebih rendah sekitar Rp2,079 miliar atau 10,45 persen dari HPS. Adapun penawaran PT Bumi Palapa Perkasa hanya sekitar Rp406,5 juta atau 2,04 persen di bawah HPS.
Dengan demikian, berdasarkan harga yang saat ini ditampilkan pada SPSE, PT Fida Teknik Pratama berada pada posisi penawaran terendah.
Namun, posisi tersebut belum dapat disebut sebagai calon pemenang maupun pemenang tender. Pasalnya, proses pengadaan masih memasuki tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga.
Sesuai jadwal SPSE, pembukaan dokumen penawaran dan evaluasi berlangsung mulai 13 Agustus hingga 24 Agustus 2026. Selanjutnya, pembuktian kualifikasi dijadwalkan pada 24 Agustus, penetapan pemenang pada 25 Agustus, dan pengumuman pemenang pada hari yang sama.
Setelah pengumuman pemenang, peserta masih diberikan masa sanggah pada 26 hingga 31 Agustus 2026. Tahapan kemudian dilanjutkan dengan penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa serta penandatanganan kontrak yang dijadwalkan mulai 1 September hingga 14 September 2026.
Data LPSE yang terindeks juga menunjukkan paket Pembangunan Pasar Tembilahan memiliki HPS Rp19,9 miliar, berlokasi di Tembilahan, dan merupakan pekerjaan konstruksi pada Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Indragiri Hilir.
54 Peserta, Baru Tiga Harga Terlihat
Hal lain yang menarik dari data SPSE adalah jumlah peserta yang cukup besar. Dari 54 nama perusahaan yang tercantum, hanya tiga perusahaan yang pada tampilan saat ini memperlihatkan nilai penawaran.
Sementara peserta lainnya, antara lain PT Primadona Indonesia Lestari, PT Wijaya Karya Nusacipta, CV Riau Jaya, Sky Bridge Nebula, CV Ravael Atha Pratama, CV Winnetou, PT Nila Nasra Nina, PT Batang Aer, PT Melayu Riau, CV Serumpun Tanah Melayu, CV Rajawali Company, PT Ramadika Mandiri, CV Purnama Indah, CV Monde, Sarjis Agung Indrajaya, PT Syafira Ghandi Putri Tunggal, PT Karya Teknik Utama, CV Buana Inti Prima, PT DND Faravi Reborn, CV F.S Jaya Teknik dan sejumlah perusahaan lainnya, tercantum dalam daftar peserta tetapi tidak menampilkan nilai penawaran pada tampilan yang diperoleh.
Kondisi tersebut belum dapat langsung dimaknai sebagai gugur atau tidak mengikuti pemasukan penawaran. Status masing-masing peserta baru dapat dipastikan setelah hasil evaluasi dan keterangan resmi Pokja Pemilihan diumumkan.
Harga Terendah Menjadi Perhatian
Dengan metode harga terendah sistem gugur, penawaran PT Fida Teknik Pratama menjadi salah satu titik yang patut diperhatikan dalam proses evaluasi.
Penawaran Rp17,31 miliar atau sekitar 87 persen dari HPS tersebut memiliki selisih cukup besar dibanding HPS.
Namun, harga rendah bukan satu-satunya faktor penentu. Pokja tetap harus memastikan pemenuhan persyaratan administrasi, kualifikasi, teknis, kewajaran harga serta kemampuan penyedia untuk melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi yang ditetapkan.
Karena itu, publik masih perlu menunggu hasil evaluasi resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai perusahaan yang akan mendapatkan proyek pembangunan pasar tersebut.
Dengan nilai proyek hampir Rp20 miliar dan jumlah peserta mencapai 54 perusahaan, proses evaluasi tender ini menjadi penting untuk dikawal secara transparan.
Terlebih, pembangunan Pasar Tembilahan merupakan salah satu proyek fisik bernilai besar yang menggunakan APBD Kabupaten Indragiri Hilir tahun anggaran 2026.
Penetapan pemenang dijadwalkan pada 25 Agustus 2026. Pada momentum tersebut, data yang paling penting untuk dicermati bukan hanya siapa pemenangnya, tetapi juga berapa nilai kontraknya, siapa saja peserta yang dinyatakan memenuhi atau tidak memenuhi persyaratan, serta apa dasar keputusan Pokja dalam menetapkan penyedia pekerjaan.
Masyarakat kini tinggal menunggu hasil evaluasi tersebut./red

