Site icon

Luas Karhutla Inhil 2026 Lampaui Tahun Lalu, Pemkab Gelar Apel Siaga dan Perkuat Kesiapsiagaan

Screenshot_2026-08-07-13-41-47-56_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Tembilahan, detikriau.id – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Apel Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Inhil, Jumat (7/8/2026). Apel dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, Drs. H. Tantawi Jauhari, MM., CGRE, mewakili Bupati Indragiri Hilir.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, instansi vertikal, camat se-Kabupaten Inhil, serta berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla yang meningkat pada musim kemarau tahun ini.
Dalam amanatnya, Sekda menyampaikan bahwa apel siaga merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Riau Nomor KPTS.102/II/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau Tahun 2026.

Ia menegaskan, Kabupaten Indragiri Hilir memiliki tingkat kerawanan Karhutla yang cukup tinggi karena didominasi kawasan gambut. Kondisi tersebut diperparah oleh fenomena cuaca ekstrem yang menyebabkan musim kemarau lebih panjang sehingga meningkatkan risiko munculnya titik api.

“Ancaman kebakaran hutan dan lahan harus ditangani secara serius, cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak dini,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, tren luas kebakaran sebenarnya mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Pada 2023 tercatat kebakaran seluas 340,75 hektare dengan 692 titik api, kemudian turun menjadi 254,3 hektare dan 534 titik api pada 2024, serta kembali menurun menjadi 166,6 hektare dengan 304 titik api pada 2025.
Namun hingga Agustus 2026, kondisi kembali menunjukkan peningkatan. Luas lahan yang terbakar telah mencapai 204,1 hektare dengan 613 titik panas (hotspot).
Kecamatan Mandah menjadi wilayah dengan luas kebakaran tertinggi, yakni mencapai 44 hektare, sedangkan Kecamatan Gaung mencatat jumlah hotspot terbanyak dengan 197 titik panas.

Menurut Sekda, data tersebut menjadi peringatan bahwa ancaman Karhutla masih sangat nyata dan membutuhkan langkah pencegahan yang lebih kuat melalui sinergi seluruh pihak.
Ia berharap ke depan setiap kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir memiliki peralatan penanggulangan Karhutla sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.

Selain itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan patroli di daerah rawan, memperkuat koordinasi antarinstansi, mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta meminta perusahaan memastikan kesiapan personel dan sarana penanggulangan Karhutla di wilayah operasional masing-masing.

“Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga transportasi. Karena itu pencegahan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Basarnas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, relawan, dan masyarakat yang selama ini terlibat aktif dalam upaya pencegahan serta penanganan Karhutla di Kabupaten Indragiri Hilir.

Melalui Apel Siaga Darurat Karhutla ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berharap seluruh personel, peralatan, dan sistem koordinasi semakin siap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan sehingga Kabupaten Inhil dapat terhindar dari bencana asap sepanjang tahun 2026./guntur alam

Exit mobile version