Site icon

Tim Gabungan Berhasil Tangkap Monyet di Tampomas

Screenshot_2026-08-06-16-22-02-89_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

“… apakah monyet ini yang menyerang warga masih belum dapat dipastikan, selanjutnya akan diidentifikasi lebih lanjut oleh pihak BBKSDA,”

INHIL, detikriau.id – Teror satwa liar yang selama beberapa hari terakhir meresahkan warga Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), akhirnya mulai menemui titik terang. Seekor primata yang diduga menjadi penyebab serangkaian insiden terhadap warga berhasil diamankan oleh tim gabungan, Kamis (6/8/2026).

Satwa tersebut ditangkap menggunakan perangkap besi yang dipasang dengan umpan di kawasan Lorong Tampomas, Kelurahan Tembilahan Hilir. Setelah masuk ke dalam perangkap, petugas langsung melakukan proses evakuasi dengan pengamanan ketat.

Operasi penangkapan melibatkan tim gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Indragiri Hilir, serta dibantu masyarakat setempat. Selanjutnya, satwa tersebut dibawa ke lokasi yang telah disiapkan untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Keberhasilan operasi ini disambut lega oleh masyarakat. Dalam beberapa hari terakhir, kemunculan satwa liar tersebut telah memicu keresahan karena diduga menyerang sejumlah warga hingga menyebabkan korban mengalami luka.

Saat dikonfirmasi detikriau.id melalui WhatsApp, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi, S.Sos., M.Si., membenarkan penangkapan tersebut.

“Di Jalan Tampomas, Tembilahan. Namun apakah monyet ini yang menyerang warga masih belum dapat dipastikan. Selanjutnya akan diidentifikasi lebih lanjut oleh pihak BBKSDA,” ujarnya singkat.

Pernyataan itu menegaskan bahwa jenis satwa maupun keterkaitannya dengan seluruh insiden yang terjadi masih menunggu hasil identifikasi resmi dari BBKSDA.

Sementara itu, aparat mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mendekati lokasi penanganan maupun mengganggu proses identifikasi yang sedang dilakukan petugas. Hasil pemeriksaan BBKSDA nantinya akan menjadi dasar penanganan lanjutan terhadap satwa tersebut./guntur alam

Exit mobile version