Site icon

Camat Tembilahan Minta Warga Jangan Lengah, Kera yang Ditangkap Belum Dipastikan Pelaku Penyerangan

Screenshot_2026-08-06-18-39-32-57_680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

INHIL, detikriau.id – Camat Tembilahan, Ari Syuria, S.E., M.Si., mengimbau masyarakat agar tidak lengah meski tim gabungan telah berhasil menangkap seekor kera yang diduga terkait dengan serangkaian penyerangan terhadap warga di Kelurahan Tembilahan Hilir, Kamis (6/8/2026). Pasalnya, hingga kini belum ada kepastian bahwa satwa yang diamankan merupakan pelaku penyerangan, karena masih menunggu hasil identifikasi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).

“Ini baru salah satu terduga. Dikhawatirkan masih ada kera lain yang berkeliaran. Sebelum ada keputusan final dari pihak berwenang dan hasil identifikasi BBKSDA, kami mengimbau seluruh masyarakat Tembilahan agar tetap waspada,” kata Ari.

Ia mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA, TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), masyarakat, dan para relawan yang telah berhasil mengamankan satwa tersebut.

“Alhamdulillah, pada hari ini tim penanggulangan berhasil menangkap salah satu terduga kera liar yang menyerang masyarakat. Atas nama Pemerintah Kecamatan Tembilahan, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang telah bekerja keras,” ujarnya.

Ari juga meminta masyarakat tetap mengaktifkan ronda atau siskamling serta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan satwa liar yang mencurigakan.

“Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang, tidak bertindak sendiri, dan menyerahkan seluruh proses penanganan kepada tim yang berwenang sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman,” tegasnya.

Sebelumnya, seekor kera berhasil ditangkap menggunakan perangkap besi berumpan yang dipasang di kawasan Lorong Tampomas, Kelurahan Tembilahan Hilir. Setelah masuk ke dalam perangkap, satwa tersebut dievakuasi oleh tim gabungan untuk selanjutnya menjalani proses identifikasi oleh BBKSDA guna memastikan jenis satwa sekaligus keterkaitannya dengan insiden penyerangan yang meresahkan warga./guntur alam

Exit mobile version