Telukpinang, detikriau.id – Reses Anggota DPRD Provinsi Riau Fraksi PKB, Siti Aisyah, S.Kom, di Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pelestarian budaya Melayu, hingga harapan agar pemerintah terus memperjuangkan peningkatan harga kelapa.
Dalam dialog bersama masyarakat, warga Parit 10, Jafar, menyampaikan dua harapan utama. Selain meminta pemerintah memperjuangkan harga kelapa agar mencapai minimal Rp5.000 per kilogram, ia juga mengusulkan perbaikan ruas jalan dari Parit 9 hingga Parit 12 sepanjang sekitar 2,2 kilometer.
“Kami berharap Ibu Siti Aisyah benar-benar memperjuangkan harga kelapa agar petani bisa kembali sejahtera. Kami juga mengusulkan perbaikan jalan dari Parit 9 sampai Parit 12 karena kondisinya sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Jafar.
Sementara itu, Yudi selaku perwakilan Kelompok Kompang Rentak Melayu Kelurahan Teluk Pinang meminta perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan seni dan budaya Melayu. Ia mengaku kelompok seni masih kesulitan memperoleh bantuan peralatan serta belum memahami mekanisme pengajuan bantuan kepada pemerintah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Siti Aisyah menyatakan seluruh usulan masyarakat telah dicatat untuk diperjuangkan sesuai kewenangan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Terkait harga kelapa, ia menegaskan perjuangan menetapkan harga acuan terus didorong melalui pemerintah pusat agar petani memperoleh kepastian harga yang lebih layak.
Menurutnya, rendahnya harga kelapa dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari belum adanya standar harga nasional, keterbatasan industri pengolahan, melemahnya pasar ekspor, hingga kondisi kebun kelapa yang membutuhkan peremajaan.
Di bidang kebudayaan, Siti Aisyah menjelaskan DPRD Provinsi Riau tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kebudayaan sebagai landasan memperkuat pelestarian budaya Melayu, termasuk mendorong dukungan anggaran bagi kelompok-kelompok seni di daerah.
Sebagai bentuk dukungan awal, ia juga menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp1 juta kepada Kelompok Kompang Rentak Melayu untuk membantu kebutuhan peralatan kelompok.
Reses tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kecamatan Gaung Anak Serka tidak hanya berharap pada perbaikan ekonomi melalui kenaikan harga kelapa, tetapi juga menginginkan pembangunan infrastruktur yang memadai serta perhatian lebih terhadap pelestarian seni dan budaya Melayu sebagai identitas daerah./guntur alam

