Site icon

Kolong Rumah Diduga Jadi Persembunyian Monyet Liar, Tim Gabungan Sisir Permukiman Lewat Jalur Air

Screenshot_2026-08-01-12-56-12-14_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

“Jumlah korban sudah bertambah menjadi 10 orang”

TEMBILAHAN, detikriau.id – Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Masyarakat Pecinta Senjata Angin menyisir kawasan permukiman di Jalan Pangeran Hidayat Parit 13, Tembilahan, Jumat (31/7/2026). Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet setelah monyet liar diduga bersembunyi di kolong rumah-rumah warga.

Operasi pencarian dilakukan menyusul bertambahnya korban gigitan monyet liar menjadi 10 orang. Satwa tersebut hingga kini belum berhasil diamankan dan terus berpindah lokasi di kawasan permukiman.

Sebanyak 26 personel diterjunkan dalam operasi, terdiri dari 10 personel Damkar, 10 personel BPBD, dan 6 anggota Masyarakat Pecinta Senjata Angin. Tim menyusuri aliran parit menggunakan perahu karet bermesin untuk memeriksa kolong rumah panggung yang berada di sepanjang tepian sungai.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kolong rumah diduga menjadi tempat persembunyian monyet liar. Kondisi permukiman yang didominasi rumah panggung membuat akses melalui jalur air dinilai lebih efektif untuk mempersempit ruang gerak satwa tersebut dibandingkan melalui jalur darat.

Operasi pencarian turut dipantau langsung Camat Tembilahan, Ari Syuria, bersama Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil guna memastikan proses pencarian berjalan maksimal.
Sebelumnya, monyet liar pertama kali dilaporkan muncul di kawasan RT 03 RW 03, Jalan Pangeran Hidayat. Dalam beberapa hari terakhir, satwa tersebut terus berpindah lokasi hingga terlihat di Jalan Handayani dan Lorong Cempaka. Bahkan, warga sempat melaporkan kemunculan dua ekor monyet di kawasan tersebut.

Pergerakan satwa yang cukup luas membuat tim gabungan memperluas area pencarian agar monyet liar dapat segera diamankan sebelum kembali menimbulkan korban.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Puri Husada maupun puskesmas. Seluruh biaya pengobatan, termasuk pemberian vaksin antirabies sesuai prosedur medis, ditanggung pemerintah.
Camat Tembilahan, Ari Syuria, mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan selama monyet liar tersebut belum berhasil ditangkap.

“Jumlah korban saat ini sudah mencapai 10 orang. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama mengawasi anak-anak dan untuk sementara tidak membiarkan mereka bermain di luar rumah tanpa pengawasan. Kami juga mengajak masyarakat mengaktifkan kembali siskamling agar keberadaan monyet liar ini dapat segera diketahui dan dilaporkan kepada petugas,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak berupaya menangkap monyet tersebut secara mandiri karena berisiko memicu serangan.

“Apabila masyarakat melihat keberadaan monyet liar tersebut, segera laporkan kepada Posko Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui nomor 0851-8794-9123. Jangan mencoba menangkap sendiri karena dapat membahayakan keselamatan. Biarkan petugas yang melakukan penanganan agar tidak menimbulkan korban baru,” tegasnya.

Hingga Jumat petang, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pergerakan dan persembunyian monyet liar. Pemerintah berharap satwa tersebut segera diamankan sehingga keresahan masyarakat dapat berakhir dan aktivitas warga kembali berjalan normal./guntur alam

Exit mobile version