TEMBILAHAN, detikriau.id – Pedagang Pasar Yos Sudarso meminta Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengulang pendataan pedagang menjelang relokasi pasar. Mereka menilai data yang ada belum sepenuhnya akurat dan mengusulkan pendataan dilakukan sejak dini hari agar pedagang aktif tidak kehilangan hak atas kios maupun los.
Usulan itu mengemuka dalam dialog antara pemerintah daerah dan ratusan pedagang di Gedung Engku Kelana, Tembilahan, Senin (27/7/2026) malam.
Sejumlah pedagang menilai pendataan pada siang hari tidak menggambarkan kondisi sebenarnya, khususnya bagi pedagang ikan yang mulai beraktivitas sejak sebelum Subuh. Mereka mengusulkan petugas turun sekitar pukul 04.00 WIB agar dapat membedakan pedagang tetap dengan pedagang musiman.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Inhil Herman menyatakan siap turun langsung ke pasar usai salat Subuh untuk memastikan proses pendataan berjalan akurat.
“Kalau habis salat Subuh kita pergi ke pasar ikan. Kondisinya tentu berbeda dengan siang hari. Masukan seperti ini sangat penting bagi kita. Jangan sampai ada pedagang yang tidak terdata atau justru terlewat,” kata Herman.
Ia mengatakan hasil pendataan nantinya akan ditempel di kawasan pasar agar seluruh pedagang dapat mengecek dan menyampaikan koreksi apabila masih ditemukan kekeliruan.
“Data nanti ditempelkan di pasar. Tolong dibaca dan diperhatikan. Kalau tidak ada koreksi, kami anggap data itu sudah benar,” ujarnya.
Herman mengaku memiliki pengalaman melakukan pendataan langsung saat menjabat kepala dinas. Kala itu, ia beberapa kali mendatangi pasar seusai salat Subuh dan menemukan pedagang yang telah puluhan tahun berjualan di kaki lima tetapi belum pernah memperoleh tempat.
“Karena itu, yang kita prioritaskan dipindahkan adalah pedagang yang benar-benar selama ini berjualan. Kalau masih ada sisa tempat, barulah dipikirkan untuk pedagang lainnya,” tegasnya.
Selain meminta pendataan diulang, pedagang kain juga mengusulkan lokasi relokasi sementara tetap berada di jalur yang dilalui penumpang kapal agar aktivitas usaha mereka tidak terganggu.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala DKUKMPP Inhil Trio Beni Putra memastikan seluruh data akan divalidasi bersama pedagang. Jika ditemukan data yang belum sesuai, pemerintah akan melakukan verifikasi ulang sebelum relokasi dilaksanakan./guntur alam

