Tembilahan, detikriau.id – Memasuki pekan ketiga Juli 2026, tender pembangunan Pasar Tembilahan belum juga ditayangkan melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). Di tengah lambannya proses tersebut, beredar isu adanya lobi untuk memenangkan proyek dengan dugaan penyetoran dana sebesar 10 hingga 15 persen dari nilai pagu.
Namun, isu tersebut disangsikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRPKP) Kabupaten Indragiri Hilir, Yusnaldi.
Dikonfirmasi Kamis (16/7/2026), Yusnaldi menjelaskan keterlambatan penayangan tender disebabkan proses penyempurnaan dokumen lelang yang masih berlangsung di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).
“Perbaikan kali ini yang terakhir. Dokumen juga sudah kita kembalikan lagi ke PBJ. Kita berharap dalam beberapa hari ke depan tender sudah ditayangkan,” ujar Yusnaldi.
Menurutnya, selama proses reviu oleh Pokja Pemilihan, dokumen tender beberapa kali dikembalikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk dilakukan penyempurnaan agar seluruh persyaratan administrasi dan teknis benar-benar sesuai ketentuan.
Ia optimistis proses tender tidak akan memakan waktu lama. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik pembangunan Pasar Tembilahan diperkirakan sudah dapat dimulai pada minggu kedua Agustus 2026.
Menanggapi isu adanya lobi proyek disertai dugaan permintaan setoran 10 hingga 15 persen, Yusnaldi menilai kabar tersebut patut diragukan.
Ia beralasan, persaingan harga dalam tender pekerjaan konstruksi saat ini sangat ketat. Bahkan, diperbandingkannya pada dua paket pembangunan kantor camat yang baru selesai dilelang, pemenang memberikan penawaran hingga sekitar 20 persen di bawah nilai pagu anggaran.
“Dua paket pembangunan kantor camat itu pemenangnya menawar sampai sekitar 20 persen dari pagu. (kecil kemungkinan masih bersedia mengeluarkan biaya tambahan 10 sampai 15 persen.red),” katanya.
Yusnaldi berharap seluruh pihak memberikan dukungan agar proses tender hingga pelaksanaan pembangunan Pasar Tembilahan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target.
Sementara itu, Kepala Bagian ULP/BPBJ Kabupaten Inhil, Budi Utomo dikonfirmasi, kamis, membenarkan bahwa dokumen paket pembangunan Pasar Tembilahan telah diterima pihaknya dan saat ini masih dalam tahap reviu.
“Saat ini masih tahap reviu yang dilakukan oleh Pokja Pemilihan bersama PPK, dan masih diperlukan perbaikan dokumen oleh PPK sebelum ditayangkan di SPSE,” jelas Budi.
Mengutip data SIRUP/Inaproc, paket pembangunan Pasar Tembilahan memiliki pagu anggaran sebesar Rp19,9 miliar.
Sementara itu, proses tender jasa konsultansi pengawasan pembangunan Pasar Tembilahan telah lebih dahulu rampung. Paket pengawasan dengan pagu Rp600 juta tersebut dimenangkan PT Asrimadya, beralamat di Jalan Sianok Blok A Nomor 3, RT 004/RW 005, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, dengan nilai penawaran Rp410.680.730,40.
Paket pembangunan Kantor Camat yang dijadikan pembanding oleh Yusnaldi yakni Pembangunan Kantor Camat Kateman dengan pagu Rp4,5 miliar dimenangkan CV Vikram Berkah Bersama melalui penawaran sebesar Rp3,6 miliar. Sementara pembangunan Kantor Camat Tanah Merah dengan pagu yang sama dimenangkan CV Karya Avatar, juga dengan nilai penawaran Rp3,6 miliar.
Kondisi tersebut, menurut Yusnaldi, menunjukkan tingkat persaingan dalam tender proyek pemerintah cukup tinggi, sehingga ia menilai isu adanya setoran proyek sebesar 10 hingga 15 persen tidak sesuai dengan realitas proses pengadaan yang sedang berlangsung./fs

