TEMBILAHAN HULU, detikriau.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus melakukan penanganan pascabencana angin kencang yang merobohkan satu unit rumah warga di Jalan Ahmad Yani, Lorong Rilek 2, Kecamatan Tembilahan Hulu.
Sebagai tindak lanjut hasil kaji cepat di lokasi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Indragiri Hilir kembali diterjunkan pada Kamis (9/7/2026) untuk melakukan pembersihan lokasi serta pembongkaran sisa bangunan rumah yang roboh.
Peristiwa angin kencang yang terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 01.05 WIB itu disertai hujan dan gelombang pasang. Akibatnya, rumah milik Aspawi mengalami kerusakan berat hingga roboh dan tidak lagi layak dihuni.
Sebanyak satu kepala keluarga yang terdiri dari tiga jiwa terdampak dalam kejadian tersebut. Demi keselamatan, keluarga korban terpaksa mengungsi ke rumah kerabat sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Di lokasi kejadian, petugas BPBD melakukan kaji cepat, asesmen, identifikasi dampak bencana, serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk mendata kebutuhan warga terdampak.
Berdasarkan hasil asesmen, kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai sekitar Rp8 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Selain membantu membersihkan puing-puing dan membongkar sisa bangunan, BPBD Kabupaten Indragiri Hilir juga menyalurkan bantuan logistik kebencanaan kepada keluarga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Kegiatan gotong royong yang melibatkan personel BPBD bersama warga setempat berlangsung lancar. Pembersihan lokasi diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan kembali rumah milik korban sekaligus meringankan beban keluarga yang terdampak.
BPBD Kabupaten Indragiri Hilir juga merekomendasikan kajian teknis terhadap kawasan terdampak sebagai langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana serupa. Relokasi hunian menjadi salah satu alternatif yang akan dipertimbangkan apabila hasil kajian menyatakan lokasi tersebut tidak lagi aman untuk ditempati.
Hingga Kamis (9/7/2026), keluarga korban masih mengungsi di rumah sanak keluarga karena rumah mereka belum dapat dihuni.
BPBD Kabupaten Indragiri Hilir menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik melalui penanganan bencana yang cepat, tanggap, dan humanis. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat pemulihan serta meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang./guntur alam

