Site icon

Jembatan Kotabaru Seberida Rusak Parah. Warga Desak Pemerintah Bangun Permanen

Screenshot_2026-07-06-20-34-54-90_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

INDRAGIRI HILIR, detikriau.id – Kondisi Jembatan Desa Kotabaru Seberida, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang menjadi akses penghubung antar desa, kecamatan hingga antarprovinsi, kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai kerusakan jembatan yang terjadi selama bertahun-tahun tak kunjung mendapat penanganan permanen.

Al Fito, warga setempat, mengatakan kerusakan jembatan sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, setiap kali diperbaiki, pemerintah hanya melakukan perbaikan darurat menggunakan batang kelapa sehingga tidak bertahan lama.

“Sudah lama sekali rusaknya. Perbaikannya hanya supaya bisa dilewati saja. Biasanya pakai batang kelapa dan paling bertahan sekitar sebulan, setelah itu rusak lagi,” ujarnya kepada detikriau.id melalui Messenger.

Ia menuturkan, kondisi jembatan terus memburuk dari tahun ke tahun. Padahal, jembatan tersebut merupakan jalur strategis di Jalan Lintas Timur yang menghubungkan wilayah dalam Kabupaten Indragiri Hilir hingga menjadi akses penghubung antarprovinsi.

Menurut Al Fito, kerusakan jembatan juga kerap memicu kecelakaan lalu lintas. “Sudah sering terjadi kecelakaan. Ada pengendara motor yang terjun ke sungai, mobil juga pernah terperosok karena kondisi jembatan yang rusak,” katanya.

Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kerusakan jembatan juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Sejumlah pelajar harus melewati jalur tersebut untuk menuju sekolah yang berada di seberang jembatan. Saat ini kendaraan juga tidak dapat melintas sejak jembatan dibongkar. Pengguna jalan terpaksa memutar melalui jalur alternatif dengan jarak sekitar 8 kilometer.

Al Fito mengungkapkan masyarakat telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah. Bahkan, menurutnya, Bupati Indragiri Hilir pernah meninjau langsung lokasi tersebut.

“Harapan kami, jembatan ini sudah selayaknya dibangun secara permanen. Karena kerusakan ini sangat menghambat perekonomian masyarakat desa,” tegasnya.

Senada dengan itu, Andi Umar menyebut keberadaan jembatan memiliki peran vital bagi mobilitas masyarakat. “Jalan ini penting, selain menghubungkan antar desa dan kecamatan, juga menjadi jalur penghubung antarprovinsi. Dampaknya sangat jelas terhadap transportasi darat dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen agar aktivitas warga, distribusi barang, serta akses pendidikan dapat kembali berjalan normal dan aman./guntur alam

 

Exit mobile version