Rokan Hulu, detikriau.id – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Abdurrahman (83), seorang kakek yang sebelumnya dilaporkan hilang di perkebunan kelapa sawit Desa Karya Mulya, Dusun Karya Mukti, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), dalam kondisi selamat, Jumat (3/4/2026).
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari Babinsa setempat terkait kondisi membahayakan manusia, yakni seorang lansia yang hilang saat berada di kebun sawit.
“Kami mendapat laporan ada seorang kakek berusia 83 tahun yang hilang di perkebunan sawit di Kabupaten Rokan Hulu,” ujar Budi.
Mendapati laporan tersebut, Basarnas langsung memberangkatkan delapan personel menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Kantor SAR Pekanbaru. Tim dilengkapi peralatan navigasi untuk mendukung pencarian di titik koordinat 0°52’03″N 100°26’33″E.
Setibanya di lokasi pada Kamis (2/4/2026) sore, tim langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan dan melakukan penyisiran menggunakan pola pencarian type I open grid di area sekitar lokasi awal dengan cakupan kurang lebih satu kilometer. Namun hingga malam hari, korban belum ditemukan dan operasi dilanjutkan keesokan harinya.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Jumat (3/4/2026), ketika korban ditemukan tidak jauh dari titik awal pencarian. “Tim menemukan korban dalam kondisi lemah, namun masih sadar. Lokasinya tidak terlalu jauh dari titik awal pencarian,” jelas Budi.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui telah lanjut usia dan mengalami pikun, sehingga diduga kehilangan orientasi saat berada di kebun dan tidak mampu menemukan jalan pulang.
“Korban sudah lanjut usia dan mengalami pikun, sehingga tersesat di area kebun sawit,” tambahnya.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Basarnas juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga lanjut usia, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengingatkan keluarga yang memiliki lansia agar lebih melakukan pengawasan, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya./mcr/editor:red

