Site icon

Menyisir Malam di Tembilahan, Tim RAGA Bergerak Cegah Premanisme dan Geng Motor

WhatsApp Image 2026-03-28 at 17.49.42 (1)

Inhil, detikriau.id – Malam mulai larut ketika deru kendaraan patroli Tim RAGA Polres Indragiri Hilir memecah sunyi di sejumlah ruas jalan Kota Tembilahan, Jumat (27/3/2026). Di balik gelapnya malam, aparat kepolisian bergerak memastikan satu hal, rasa aman masyarakat tetap terjaga.

Dipimpin PADAL RAGA, IPDA Juhendra Lesmana Arya, S.H., patroli yang dimulai sejak pukul 21.30 WIB ini melibatkan personel gabungan dari Samapta, Reskrim, hingga Polwan. Mereka menyisir titik-titik yang kerap menjadi lokasi rawan gangguan keamanan.

Lampu rotator menyala, petugas berhenti di beberapa sudut jalan, Jalan M. Boya, Prof. M. Yamin, Soebrantas, hingga Jenderal Sudirman. Setiap kerumunan yang ditemui tak luput dari perhatian. Bukan dengan pendekatan keras, melainkan dialog yang tegas namun humanis.

Di beberapa titik, petugas terlihat berbincang dengan pemuda yang masih berkumpul. Imbauan disampaikan, potensi bahaya diingatkan. Malam yang biasanya lengang berubah menjadi ruang interaksi antara aparat dan warga.

Patroli ini bukan sekadar rutinitas. Ancaman premanisme dan aktivitas geng motor menjadi perhatian serius. Karena itu, Tim RAGA tak hanya berkeliling, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap orang dan barang yang mencurigakan.

Langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum dijalankan beriringan. Dari edukasi langsung di lapangan, penjagaan titik rawan, hingga tindakan tegas jika ditemukan potensi gangguan.

Di sela patroli, petugas juga menyempatkan memberikan pembinaan kepada pedagang dan warga yang masih beraktivitas malam. Pesan yang dibawa sederhana namun penting, keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama.

Hingga patroli berakhir, situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Indragiri Hilir terpantau tetap aman dan kondusif. Tidak ada gangguan berarti, namun kewaspadaan tetap dijaga.

Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., melalui IPDA Juhendra Lesmana Arya menegaskan, kehadiran polisi di malam hari adalah bentuk komitmen memberikan rasa aman.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa beristirahat dengan tenang. Patroli ini juga sebagai langkah pencegahan agar potensi gangguan seperti premanisme dan geng motor tidak berkembang,” ujarnya.

Di tengah sunyinya malam Tembilahan, langkah-langkah patroli itu menjadi penanda bahwa negara hadir. Diam-diam bekerja, menjaga, dan memastikan kota tetap dalam keadaan aman./guntur

Exit mobile version