Warga Inhil Diperantauan Salurkan Rp23 juta Bantauan Tahap Pertama untuk Korban Kebakaran Simpang Gaung

0
WhatsApp Image 2026-03-01 at 19.04.45

Inhil, detikriau.id – Solidaritas warga Indragiri Hilir (Inhil) di perantauan kembali menunjukkan maknanya. Duka akibat kebakaran hebat yang melanda Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, tak hanya dirasakan masyarakat setempat, tetapi juga menggugah kepedulian putra-putri daerah yang berada jauh dari kampung halaman.

Bantuan tunai sebesar Rp23 juta dari warga Inhil diperantauan ini diserahkan melalui Ketua Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir (KKIH), Dr. Hj. Nurlia, SH, MH di Tembilahan, Ahad (1/3/2026).

Dalam penyerahan itu, Nurlia menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk empati dan kepedulian warga Inhil di perantauan terhadap saudara-saudara mereka yang sedang tertimpa musibah.

“Semoga bantuan ini sekiranya dapat memberikan sedikit keringanan bagi para korban kebakaran. Semoga diberikan kesabaran dan insyaallah diganti Allah dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih banyak,” ujarnya.

”Bantuan yang disalurkan kali ini merupakan tahap pertama. Insyaallah akan ada tahap bantuan selanjutnya,” tambahnya.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Simpang Gaung, Syamsul. Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada warga Inhil di perantauan yang telah menggalang donasi dan menyalurkan santunan bagi warganya yang terdampak.

“Terima kasih kepada warga Inhil di perantauan yang telah memberikan donasi dan santunan. Insyaallah akan disampaikan kepada yang berhak. Semoga warga Inhil di perantauan diberikan keberkahan dan rezeki yang lebih baik dari Allah SWT,” ucap Syamsul.

Sekedar mengingatkan, kebakaran hebat tersebut terjadi di Jalan Merdeka, Dusun Pasar Lama RT 01 RW 01, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, pada Selasa (24/2/2026) pagi. Peristiwa tersebut menghanguskan 15 unit rumah dan berdampak pada 21 Kepala Keluarga (KK). Kerugian materil ditaksir mencapai Rp400 juta.

Musibah itu menyisakan puing dan duka, namun juga menghadirkan bukti kuatnya ikatan emosional warga Inhil, di mana pun mereka berada. Dari kejauhan, tangan-tangan kepedulian tetap terulur, memastikan para korban tidak berjalan sendirian menghadapi cobaan./Guntur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *