Istirahat di Dermaga, Pencari Kayu Diserang Harimau Sumatera di Kuala Kampar

0
images

Pelalawan, detikriau.id – Seorang pencari kayu bernama Kohai (32), warga Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, nyaris meregang nyawa setelah diserang Harimau Sumatera di kawasan Dermaga PT SPA Distrik Serapung, Rabu (25/2/2026) malam.

Korban selamat, namun mengalami luka robek di bagian belakang kepala akibat gigitan satwa liar yang dilindungi tersebut.

Kapolsek Kuala Kampar AKP Rian Onel, SH MH mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di area dermaga perusahaan yang berada di Kecamatan Kuala Kampar.

“Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Korban saat itu sedang beristirahat di atas tabut atau pompong yang bersandar di dermaga,” ujar Rian, Jumat (27/2).

Insiden bermula ketika sehari sebelumnya, Rabu (24/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, Kohai bersama rekannya Wiwik, Rudi, Sugianto, Nazar, dan Tirta berangkat menuju hutan Desa Serapung untuk mencari kayu crocok. Namun karena kondisi air sungai surut, rombongan memutuskan bersandar sementara di Dermaga PT SPA Serapung sambil menunggu air pasang.

Saat korban terlelap beristirahat di atas pompong, seekor harimau tiba-tiba muncul dari arah daratan dan semak-semak sekitar dermaga, lalu langsung menerkam bagian belakang kepala korban.

Serangan itu terhenti setelah Wiwik (41), rekan korban yang berada di pompong lain, berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut membuat harimau menjauh dari lokasi.

Petugas keamanan Pos Dermaga PT SPA Serapung yang mendengar teriakan segera menuju lokasi dan membantu mengevakuasi korban.

“Saksi-saksi langsung membawa korban ke Pos P3K PT SPA Serapung untuk mendapatkan pertolongan pertama dari tenaga medis perusahaan. Selanjutnya korban dirujuk ke Puskesmas Kuala Kampar untuk perawatan lebih lanjut,” jelas Rian.

Polsek Kuala Kampar yang menerima laporan langsung mendatangi TKP, mendata para saksi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganan lanjutan.

“Kami sudah melakukan pengecekan ke lokasi, mendata saksi-saksi, dan memastikan korban mendapatkan penanganan medis. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan yang berpotensi menjadi lintasan satwa liar,” tegasnya./mcr/editor: red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *