“ADINDA” Kian Diminati, 18 Ribu Warga Inhil Beralih ke Layanan Digital

0
Edi Kadisdukcapil

Kepala Disdukcapil Inhil, Meiza Hardi, S.Sos/foto: Ist

Tembilahan, detikriau.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indragiri Hilir (Disdukcapil Inhil) tak lagi sekadar menjadi kantor pelayanan administrasi. Dalam sepekan, 19 hingga 25 Februari 2026, denyut pelayanan itu terasa lebih cepat. Sebanyak 1.669 dokumen kependudukan berhasil diselesaikan, angka yang bagi sebagian orang mungkin sekadar statistik, namun bagi warga, ia berarti kepastian identitas, akses layanan, dan hak-hak sipil yang terjamin.

Di ruang pelayanan, antrean tetap ada. Namun sebagian warga kini memilih jalur lain, aplikasi ADINDA (Aplikasi Digital Administrasi Kependudukan). Hingga akhir Februari, pengguna aplikasi ini tercatat mencapai 18.883 akun. Angka itu menandakan satu hal pergeseran budaya layanan, dari tatap muka menuju sentuhan digital.

Dari total layanan yang diterbitkan selama periode tersebut, penerbitan Kartu Keluarga mendominasi dengan 730 dokumen. Disusul Akta Kelahiran sebanyak 344 layanan dan perekaman KTP-el 299 layanan. Ada pula 118 Kartu Identitas Anak (KIA) yang diterbitkan, 116 layanan pindah keluar daerah, 49 akta kematian, 12 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta 1 akta perkawinan.

Di tengah transformasi itu, Kepala Disdukcapil Inhil, Meiza Hardi, S.Sos., menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar angka capaian mingguan, melainkan hasil konsistensi pelayanan.

“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang menghadirkan kemudahan dan kepastian bagi masyarakat,” ujarnya.(27/02/2026).

Digitalisasi yang Menyentuh Kecamatan

Aplikasi ADINDA menjadi instrumen penting dalam mendorong efisiensi layanan. Warga tak lagi harus selalu datang ke kantor kabupaten. Dari kecamatan, desa, hingga kelurahan, sebagian besar layanan kini dapat diajukan secara daring.

Bagi masyarakat di wilayah geografis luas seperti Kabupaten Indragiri Hilir, langkah ini bukan sekadar inovasi, tetapi kebutuhan. Akses transportasi dan jarak tempuh yang tak selalu mudah membuat layanan digital menjadi solusi praktis.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Literasi digital dan ketersediaan jaringan internet masih menjadi pekerjaan rumah. Disdukcapil menyatakan akan terus melakukan sosialisasi agar pemanfaatan aplikasi semakin merata.

Lebih dari Sekadar Administrasi

Dokumen kependudukan sering dipandang sebagai urusan administratif semata. Namun di balik itu, ia adalah pondasi tata kelola pemerintahan. Data yang akurat membantu perencanaan pembangunan, penyaluran bantuan sosial, hingga kebijakan publik berbasis data.

Dengan 1.669 layanan dalam satu pekan dan hampir 19 ribu pengguna aplikasi digital, Disdukcapil Inhil menunjukkan satu arah perubahan, pelayanan publik yang bergerak menuju sistem yang lebih cepat, transparan dan adaptif.

Di tengah tuntutan masyarakat akan birokrasi yang efisien, langkah kecil dalam satu pekan pelayanan itu menjadi potret bagaimana reformasi pelayanan publik dijalankan pelan tapi pasti, dari loket pelayanan hingga layar handphone warga./*/wan bundo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *