Tak Layak Jadi Wajah Daerah, Gapura Perbatasan Inhil-Inhu Butuh Sentuhan Serius
Tembilahan, detikriau.id – Di jalan yang menghubungkan dua kabupaten, berdiri sebuah gapura yang seharusnya menjadi tanda sambut—bukan tanda lupa.
Gapura perbatasan Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Indragiri Hulu itu kini terlihat letih, dimakan waktu dan nyaris tanpa sentuhan perhatian.
Setiap hari kendaraan melintas, orang-orang datang dan pergi. Namun gapura ini tetap diam, memikul beban sebagai simbol daerah yang perlahan kehilangan wibawanya. Padahal, di sinilah kesan pertama sebuah wilayah seharusnya tercipta.
Hartono, warga sekitar, menyayangkan kondisi gapura yang dibiarkan rusak.
“Setiap hari kami lewat sini. Ini perbatasan dua kabupaten, tapi kondisinya seperti tidak ada yang memiliki. Padahal ini wajah daerah. Kami tidak minta yang mewah, cukup dirawat dan diperbaiki. Supaya orang yang datang tahu kalau daerah ini masih diperhatikan.”
Warga lainnya pun menyayangkan kondisi tersebut. Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah, baik dari Kabupaten Indragiri Hilir maupun Kabupaten Indragiri Hulu, untuk melakukan perbaikan dan penataan ulang. Selain demi estetika, perbaikan gapura dinilai penting sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas daerah.
”Kami berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan, melakukan evaluasi, dan merealisasikan perbaikan agar gapura perbatasan ini kembali layak dan mencerminkan wibawa daerah. Perhatian terhadap hal-hal kecil seperti ini dinilai penting, karena berdampak langsung pada kesan pertama terhadap suatu wilayah.” pintanya./Guntur Alam
