Konferensi VI PWI Meranti Digelar, Raja Isyam Tegaskan Wartawan Harus Jaga Marwah dan Integritas
SELATPANJANG, detikriau.id — Konferensi VI Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Meranti masa bakti 2026–2029 resmi digelar di Afifa Sport, Jalan Banglas, Selatpanjang, Jumat (20/2/2026) malam. Agenda tiga tahunan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus meneguhkan komitmen profesionalisme insan pers di daerah.
Kegiatan dibuka langsung Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar. Jalannya sidang konferensi dipimpin Ali Imran bersama Jinto Lumban Gaol dan Bambang Irawan. Turut hadir Sekretaris PWI Riau Doni Dwi Putra serta anggota dan simpatisan PWI Meranti yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Ketua PWI Kepulauan Meranti periode 2023-2026, Safrizal, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kekompakan organisasi yang telah terbangun selama ini.
“Kita sudah membangun kebersamaan ini tidak sebentar. Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk tetap kompak ke depannya, jangan mudah terpecah belah. Alhamdulillah, sampai hari ini PWI Meranti masih solid dan itu harus terus kita jaga,” ujar Safrizal.
Ia juga menegaskan bahwa kekompakan bukan hanya soal kebersamaan, tetapi tentang menjaga kehormatan profesi.
“Kalau kita kompak, organisasi ini akan kuat. Dan kalau organisasi kuat, maka marwah kita sebagai wartawan juga akan semakin dihargai,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar mengingatkan bahwa meskipun jumlah anggota PWI di Kepulauan Meranti relatif lebih sedikit dibanding beberapa kabupaten lain, kualitas dan integritas harus menjadi prioritas utama.
“Meski demikian, bagi kita wartawan berintegritas kita perlulah menjaga marwah kita, jangan sampai menjejaskan identitas kita sebagai wartawan. Di sini posisi kita sebagai wartawan, kita harus menyadari itu. Kita kan sumber penyampaian informasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa wartawan memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik dan menyampaikan informasi yang benar serta mencerahkan.
“Kita boleh kritis, kita wajib menyampaikan fakta. Tapi jangan lupa, kita juga membawa nama organisasi dan daerah. Marwah itu harus kita jaga bersama,” ujar Raja Isyam.
Konferensi VI ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk menjaga profesionalisme pers di Kepulauan Meranti.
“Kita ingin PWI Meranti ke depan semakin solid, semakin profesional, dan tetap menjadi wadah wartawan yang berintegritas,” harap Raja Isyam./*
