Site icon

Belajar Menyelamatkan Nyawa, dari Ruang Damkar Inhil ke Panggung Olimpiade Kedokteran UMRI

Tembilahan, detikriau.id/ – Tangan itu sempat bergetar. Bukan karena takut kalah, tetapi karena kesadaran penuh bahwa setiap gerakan yang ia lakukan adalah simulasi dari satu hal paling krusial dalam hidup manusia: menyelamatkan nyawa.

Di ruang lomba Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau, Shofi Sabella, Wafiq Natasya Azkiya, Shakiera Numelea, Putri Kalila Evania dan Ananda Humaria siswi SMAN 1 Tembilahan Hulu, berdiri tegak menghadapi skenario kegawatdaruratan. Di hadapannya, bukan sekadar manekin lomba, melainkan bayangan manusia yang bergantung pada kecepatan dan ketepatan tindakannya.

Dua hari pelatihan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Indragiri Hilir terlintas di benaknya. Cara menekan dada saat RJP, mengendalikan pendarahan, memasang bidai, hingga teknik evakuasi darurat—semuanya terpatri kuat, bukan sebagai teori, tetapi sebagai refleks kemanusiaan.

“Kami dilatih langsung oleh Damkar. Dari situ kami sadar, di lapangan kondisi tidak selalu ideal seperti di buku. Kami belajar bertindak cepat, tepat, dan tetap tenang,” tutur mereka, mengenang proses yang mereka jalani pada 13 dan 15 Januari 2026.

Latihan itu bukan tanpa lelah. Dua hari penuh, mereka berulang kali mengulang gerakan, memperbaiki kesalahan, dan memahami bahwa satu detik keterlambatan bisa berarti segalanya. Namun justru dari sanalah tumbuh keyakinan—bahwa mereka mampu.

berfoto bersama Kepala Dinas, Junaidi (tengah baju kemeja putih) dan Sejumlah ASN di Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Kab Inhil/foto: Ist

Keyakinan itu terbukti. Tim SMAN 1 Tembilahan Hulu keluar sebagai Juara 1 Olimpiade Kedokteran First Aid Challenge, mengalahkan empat sekolah lain dari berbagai daerah. Tak hanya itu, satu orang diantara mereka, Shofi Sabella juga dinobatkan sebagai Best Performance, sebuah pengakuan atas ketenangan, ketelitian, dan kepemimpinannya di tengah simulasi darurat.

“Damkar Inhil benar-benar membantu kami sampai di titik ini. Kami bahkan dibekali buku saku yang sangat berguna saat lomba. Terima kasih Damkar Inhil,” ucap Shofi, dengan nada haru.

Ajang First Aid Challenge ini digelar oleh Fakultas Kedokteran UMRI dalam rangka Milad ke-2 FK UMRI, mengusung tema “Save a Life, Act Fast!”. Bukan sekadar kompetisi, lomba ini menjadi ruang pembelajaran tentang nilai empati, kepedulian, dan kesiapsiagaan menghadapi situasi kritis.

Di balik piala dan piagam, tersimpan cerita tentang anak-anak muda dari Tembilahan Hulu yang belajar bahwa keberanian bukan berarti tanpa takut, melainkan tetap bertindak ketika nyawa dipertaruhkan.

Dari ruang latihan Damkar Inhil hingga panggung Olimpiade Kedokteran UMRI, mereka membawa satu pesan sederhana namun kuat: menolong adalah panggilan kemanusiaan, dan itu bisa dipelajari sejak bangku sekolah./red

Exit mobile version