Februari 17, 2026

Haul ke-89 Tuan Guru Sapat: Di Bawah Langit Doa, Ilmu dan Cinta Terus Mengalir

Tembilahan, detikriau.id/ – Di antara desir angin dan lantunan doa yang lirih, nama Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad Afif Al-Banjari kembali disebut dengan penuh takzim. Jejak pengabdian, keluasan ilmu, dan kesalehan hidup ulama besar ini menjadikan haulnya bukan sekadar agenda tahunan, melainkan peristiwa batin yang selalu dinanti umat.

Pada bulan Sya’ban 1447 Hijriah, tepatnya Rabu (28/1) pagi, puncak Haul ke-89 Tuan Guru Sapat digelar di Kampung Hidayat, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Indragiri. Ribuan langkah peziarah datang menyusuri jalan sunyi menuju pusara sang guru. Mereka hadir dari berbagai penjuru Nusantara, bahkan dari Malaysia dan Singapura, membawa rindu, harap, dan doa yang sama.

Tak ada yang datang dengan tangan kosong. Yang dibawa adalah hati yang ingin disucikan, doa yang ingin disampaikan, dan kenangan tentang seorang alim yang sepanjang hidupnya memilih jalan pengabdian. Syekh Abdurrahman Siddiq bukan hanya ulama yang berdakwah, tetapi pelita yang menerangi perjalanan spiritual masyarakat Indragiri Hilir, sekaligus penopang kemajuan daerah di masanya.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir turut menyatu dalam suasana khidmat tersebut. Bupati Inhil diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Muammar Ghaddafi, yang hadir mengambil berkah bersama para peziarah.

“Kehadiran kita di tempat mulia ini adalah bentuk cinta dan takzim kepada seorang guru yang meninggalkan warisan ilmu dan amal. Syaikhona Abdurrahman Siddiq adalah sosok istimewa yang meletakkan fondasi spiritual masyarakat. Karena kecerdasan, kebijaksanaan, dan akhlak mulianya, beliau dipercaya mengemban amanah sebagai Mufti Kerajaan Indragiri,” tutur Muammar saat membacakan sambutan Bupati Inhil, Herman.

Dakwah Tuan Guru Sapat tidak berhenti pada lisan. Pena beliau menjadi saksi keabadian ilmu. Melalui tulisan, beliau menanamkan kesadaran tentang hidup, akhirat, dan makna penghambaan kepada Allah SWT.

“Warisan literasi beliau terus hidup hingga hari ini. Banyak cendekiawan dan akademisi yang menimba ilmu dan meraih gelar akademik dengan mengkaji karya-karya Tuan Guru Sapat, seperti Syair Ibarat Khabar Kiamat, Risalah Amal Ma’rifah, serta tulisan-tulisan lainnya yang sarat nilai tauhid dan tasawuf,” lanjutnya.

Melihat cahaya kebaikan yang tak pernah padam dari Syekh Abdurrahman Siddiq, Bupati Inhil mengajak seluruh jemaah menjadikan haul sebagai cermin untuk memperbaiki diri.

“Haul ini bukan hanya tentang mengenang, tetapi tentang meneladani. Keikhlasan, kesederhanaan, dan kecintaan Tuan Guru Sapat terhadap ilmu pengetahuan adalah warisan hidup yang kebaikannya terus mengalir. Semoga nilai-nilai itu tumbuh dalam diri kita dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Bupati.

Menambah kesejukan ruhani, rangkaian haul diisi dengan tausiah oleh Tuan Guru Muhammad Syafi’i Aslam, Pengasuh Pondok Pesantren sekaligus Khodimul Majelis Syifa’ul Qulub Kalimantan Tengah. Kepedulian sosial pun hadir nyata, melalui rest area serta posko makanan gratis yang melayani para peziarah, menjadi wujud keberkahan yang menyentuh jasad dan jiwa.

Syekh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari: Ulama, Guru, dan Penjaga Nurani Umat

Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad Afif Al-Banjari adalah ulama besar Nusantara yang menetap dan berdakwah di Sapat, Indragiri Hilir. Berasal dari tradisi keilmuan Banjar, beliau dikenal memiliki kedalaman ilmu fikih, tauhid, dan tasawuf yang berpadu dengan akhlak luhur serta kesederhanaan hidup.

Ketokohan dan integritas spiritualnya membuat beliau dipercaya sebagai Mufti Kerajaan Indragiri, sebuah amanah yang dijalankan dengan kebijaksanaan dan keadilan. Melalui dakwah, pendidikan, dan karya tulis, beliau membimbing umat agar tidak sekadar taat secara lahir, tetapi juga hidup dengan kesadaran batin.

Hingga kini, nama Tuan Guru Sapat terus hidup dalam doa, dalam ilmu yang dipelajari, dan dalam akhlak yang diteladani. Haul ini menjadi pengingat, bahwa ulama sejati tidak pernah benar-benar wafat; mereka hidup dalam jejak kebaikan yang terus mengalir dari generasi ke generasi./faisal