Site icon

Luka Parah, Tangan Korban Sambaran Buaya di Sungai Dusun Terpaksa Diamputasi

 

Inhil, detikriau.id/ – Kepala Dusun Maju Jaya, Desa Sungai Dusun, Kecamatan Batang Tuaka, Iwan, membenarkan peristiwa serangan buaya yang dialami seorang warga hingga berujung amputasi tangan.

“Benar kejadiannya semalam, Sabtu (17/1/2026) sekitar jam 4 sore. Korban sampai saat ini masih dirawat di RSUD Puri Husada. Tangan korban terpaksa diamputasi karena kondisi lukanya cukup parah,” ujar Iwan saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026).

Korban diketahui bernama Salasiah (65), warga Parit Ogok, Dusun Jambrah, Desa Sungai Dusun. Ia menjadi korban serangan buaya saat sedang mencuci pakaian di parit depan rumahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu korban tengah mencuci pakaian di Parit Ogok. Tiba-tiba seekor buaya muncul dari dalam parit dan langsung menggigit tangan kiri korban, lalu berusaha menariknya ke dalam air.

Korban sempat berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, suami korban, Junaidi (80), dengan sigap terjun ke parit dan berhasil menarik korban ke tepi untuk menyelamatkannya dari terkaman buaya.

Warga kemudian membawa korban ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis. Akibat serangan tersebut, tangan kiri korban mengalami luka sangat parah hingga harus diamputasi, sementara tangan kanan korban juga mengalami luka robek.

Iwan menambahkan, konflik antara manusia dan buaya di wilayah tersebut sudah beberapa kali terjadi. Namun, kejadian yang menimpa Salasiah menjadi peristiwa paling parah sejauh ini.

“Konflik buaya dengan warga sudah sering terjadi, tapi baru kali ini yang sampai berakibat fatal seperti ini,” ungkapnya.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya potensi konflik satwa liar, khususnya buaya, di wilayah perairan Kabupaten Indragiri Hilir. Warga diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai dan parit.

Masyarakat juga berharap pemerintah daerah serta instansi terkait segera mengambil langkah konkret, baik melalui sosialisasi maupun upaya mitigasi, agar kejadian serupa tidak kembali terulang./fsl

Exit mobile version