Februari 17, 2026

Konflik Buaya-Manusia Beberapa Kali Terjadi di Sungai Dusun. Korban Salasiah yang Terparah

Inhil, detikriau.id/ – Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr. H. Udin Syafriudin, M.Kes membenarkan bahwa korban terkaman buaya di parit ogok Desa Sungai Dusun Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Inhil kini masih dalam perawatan.

”Pasien masih dirawat diruang rawatan bedah, sudah dilakukan tindakan operatif amputasi sampai kesiku lengan kiri karena tinggal tulang saja, kondisi pasien post operatif baik rencana tambah darah dua kantong karena banyak kehilangan darah,” Ujar dr Udin, ahad (18/1/2026) malam

Sebelumnya, Kepala Dusun Maju Jaya, Desa Sungai Dusun, Kecamatan Batang Tuaka, Iwan, menerangkan bahwa kejadian sambaran buaya tersebut terjadi pada sabtu (17/1/2026) sekitar jam 4 sore.

Konflik antara manusia dan buaya di wilayah tersebut menurut Iwan sudah beberapa kali terjadi. Namun, kejadian yang menimpa Salasiah (65) menjadi peristiwa paling parah sejauh ini.

“Konflik buaya dengan warga sudah sering terjadi, tapi baru kali ini yang sampai berakibat fatal seperti ini,” ungkapnya. Ahad sore

Sebelum sambaran buaya, korban sedang mencuci pakaian. Tanpa disadarinya tiba-tiba seekor buaya muncul dan langsung menggigit tangan kiri korban serta menyeretnya ke dalam parit ogok.

Mendengar teriakan korban, sang suami, Junaidi (80) sigap terjun ke parit dan berhasil menarik korban ke tepi serta menyelamatkannya dari keganasan moncong predator muara tersebut.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Puri Husada di Ibu Kota Kabupaten Inhil, Tembilahan untuk mendapatkan tindakan medis./guntur