Site icon

Mutiara yang tersembunyi di Belaras Barat

Oleh: “One Bundo”

Desa Belaras Barat kecamatan Mandah kabupaten Indragiri Hilir Riau, merupakan desa yang baru berdiri sejak tahun 2012 pemekaran dari desa Belaras yang terletak di pesisir Indragiri Hilir.  Belaras barat berpenduduk  2.120 jiwa (636 kk) yang mayoritas berpenghasilan dati perkebunan kelapa dan nelayan.

Belaras Barat memilik luas 11.971 ha. Dengan cakupan hutan mangrove 2.220 ha. Ibarat “mutiara yang tersembunyi” sepanjang aliran sungai yang dilewati saat menuju pusat desa, terhampar hutan mangrove yang sangat indah. Terdapat beberapa spot yang sangat menarik, salah satunya spot tempat berkumpulnya hewan primata monyet ekor panjang yang bisa kita temui di pinggir aliran anak sungai dan beberapa spot  untuk memancing.

Treking mangrovenya sangat memanjakan mata. siapapun yang melintasi akan merasakan sensasi yang luar biasa, ditambah lagi dengan suguhan asupan oksigen yang sangat segar ketika menghirupnya.

Pemberdayaan kawasan pesisir hutan mangrove untuk ekowisata memiliki potensi yang mulai dilirik orang sebagai pilihan wisata dengan melakukan kegiatan alam.

Sumber daya alam menjadi salah satu pesona daya tarik bagi pengunjung di antaranya trekking, edukasi, fotograpi dan banyak lagi.

Jika ingin menjelajahi hutan mangrove  belaras barat, maka pengunjung bisa menyusuri sepanjang sungai menggunakan perahu atau biasa di sebut orang tempatan dengan sebutan long boat bisa mamakan waktu sekira satu jam untuk mengelilinginya.

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan hutan mangrove yang asri.

Namun sangat di sayangkan, belum di kelolanya destinasi wisata hutan mangrove belaras barat ini, sehingga belum banyak orang yang mengetahui keindahan wisata mangrove yang di milikinya. Semoga dengan dilaksanakannya peringatan hari mangrove sedunia tahun  2025 (26/7/2025) bertempat di belaras barat, yang di prakasai oleh yayasan bangun desa payung negeri anggota jikalahari dan walhi riau bekerjasama dengan pemerintahan desa belaras barat, kiranya pengambil kebijakan pemerintahan kabupaten Indragiri Hilir dan Pemerintahan provinsi Riau dapat mewujudkan ekowisata mangrove di desa tersebbut, baik itu merupakan trekking melewati sungai menggunakan perahu dan juga bisa di nikmati pengunjung dengan jalan kaki menyusuri trekking di atas kayu sambil menikmati keindahan wisata mangrove.

Atan Herman kepala desa belaras barat saat di temui media ini, berkomitmen dan terus mengajak warganya untuk tetap menjaga dan melestarikan mangrove di sekitaran desa, agar perkebunan kelapa masyarakat terhindar dari intrusi air laut serta kelangsungan hidup biota lautnya berkelanjutan.

Dengan menjaga dan melestarikan mangrove. Atan berharap dengan menjaga dan melestarikan mangrove kiranya dapat membantu pertumbuhan ekonomi warga desa dapat meningkat, apalagi warga kami mayoritas petani kelapa dan nelayan” kata Atan.

Salam adil dan lestari.

Exit mobile version