Inhil, detikriau.id/ – Tim Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Indragiri Hilir telah melaksanakan serangkaian kegiatan untuk menanggulangi kejadian luar biasa (KLB) malaria. Kegiatan ini berlangsung di Desa Kuala Selat dan melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, Dinas Kesehatan Provinsi, serta Puskesmas dan Pustu setempat.
Jumat (18/10), tim melakukan Monitoring dan Berantas Sarang Nyamuk (MBS) dengan menjangkau langsung 69 warga melalui metode door-to-door dan berhasil menemukan 2 kasus positif malaria dari Dusun II dan III. Tim melalui Kepala Dinas Kesehatan Kab.Inhil, Rahmi Indrasuri menyatakan upaya Satgas dalam menangani hal ini, “Kami berupaya menemukan kasus positif secepat mungkin agar dapat segera diobati,” ungkapnya.
Tim juga melakukan pemetaan daerah reseptif malaria dengan memeriksa 13 tempat perindukan jentik di Dusun tiga dan menemukan 10 habitat jentik Anopheles. Di Dusun satu, dari delapan habitat yang diperiksa, empat diantaranya ditemukan positif jentik Anopheles. Untuk menanggulangi masalah ini, tim memberikan larvasida langsung ke habitat yang teridentifikasi.
Dalam rangka follow-up pasien positif, tim surveilans melakukan penyelidikan epidemiologi di Kelurahan Pelangiran. Mereka tidak menemukan tempat perindukan nyamuk Anopheles di sekitar rumah pasien, dan tidak ada penambahan kasus atau gejala malaria di antara warga sekitar.
Hingga hari ini, Dinas Kesehatan dan Tim Satuan Tugas telah memeriksa total 1690 orang, dengan 141 di antaranya terkonfirmasi positif malaria. Dari 69 orang yang diperiksa hari ini, 2 orang dinyatakan positif, sedangkan 67 orang negatif.
“Kami terus berupaya menjaga kesehatan masyarakat dan mendorong warga untuk aktif menjaga lingkungan mereka,” tegas Rahmi mengakhiri./*
