Inhil, detikriau.id/ – Tak kunjung diperbaiki, jembatan penghubung Desa Sungai Junjangan Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir akhirnya ambruk pada jumat (14/6/2024) sekira pukul 10.00 Wib. Beruntung peristiwa ini tidak menyebabkan timbulnya korban jiwa.
Sehari sebelum ambruk, jembatan tersebut kembali memakan korban, seorang warga yang sedang meniti badan jembatan yang sudah sangat rapuh itu terjatuh dan terjun ke aliran sungai. Syukurnya korban tidak mengalami cidera.
“Iya bang, ambruk tadi pagi saat warga sedang bergotong royong” kata Jafar sekdes junjangan, dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat malam
Petistiwa ambruknya jembatan, disaksikan oleh warga desa yang saat itu sedang melakukan gotong royong.
Saat itu, tiang pancang jembatan terlihat terbenam secara perlahan, hingga akhirnya ambruk karena sudah tidak mampu lagi menahan bobot badan jembatan.
Jakfar juga menjelaskan bahwa untuk kelancaran transportasi, hari itu juga masyarakat desa melakukan pembuatan jembatan sementara berbahan kayu yang biaya pembangunan dikumpulkan secara swadaya oleh masyarakat.
“Kondisi jembatan saat ini masih mengkhawatirkan karena tiang penyanggah yang lain juga sudah mulai turun (tenggelam) kedalam tanah."
Kondisi rusaknya jembatan ini sudah kerab dikeluhkan. Sebelumnya diakhir bulan mei 2024 detikriau.id/ sempat memberitakan bergesernya tiang pancang jembatan penghubung desa sungai junjangan tersebut.
Sangat disayangkan, lambannya penanganan oleh pemkab Indragiri Hilir atas kondisi jembatan yang sewaktu-waktu bisa saja memakan korban jiwa tersebut.
Padahal jembatan tersebut merupakan sarana penghubung masayrakat di tiga desa berdekatan dengan desa sungai junjangan. Selain sebagai penghubung desa, jembatan itu adalah akses utama bagi siswa untuk menuju ke sekolah./one bundo
