Waspada Iming-iming Calo! Seleksi Akpol 2026 Gratis, Kelulusan Ditentukan Kemampuan Peserta
“Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi: Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan, itu sudah pasti penipuan”
Pekanbaru, detikriau.id – Proses penerimaan calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 tengah berlangsung. Masyarakat diminta untuk mewaspadai praktik percaloan yang kerap memanfaatkan momen seleksi dengan menjanjikan kelulusan instan.
Iming-iming kelulusan melalui jalur belakang dengan sejumlah bayaran ditegaskan sebagai modus penipuan yang tidak memiliki dasar dalam sistem rekrutmen Polri.
Rangkaian seleksi Akpol 2026 sendiri telah dimulai sejak 9–30 Maret 2026 melalui pendaftaran daring dan verifikasi. Tahapan berlanjut dengan penandatanganan pakta integritas, pemeriksaan administrasi, hingga berbagai tes ketat seperti kesehatan, psikologi, akademik, hingga kesamaptaan jasmani yang berlangsung hingga Juli 2026.
Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan secara Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), serta tidak dipungut biaya sepeser pun.
“Tidak ada pungutan biaya serta tidak ada ruang bagi calo maupun joki dalam proses rekrutmen Akpol 2026,” tegas Hengki.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengaku bisa meloloskan peserta dengan imbalan tertentu. Menurutnya, kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing peserta dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi.
“Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan, itu sudah pasti penipuan,” ujarnya.
Tahun ini, penerimaan Akpol hanya dibuka melalui jalur reguler, tanpa jalur khusus atau titipan. Hal ini semakin menegaskan bahwa seluruh peserta memiliki peluang yang sama berdasarkan kemampuan dan hasil tes.
Sebagai bentuk transparansi, Polda Riau juga membuka ruang pengawasan publik. Masyarakat dan peserta diminta aktif melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan melalui layanan pengaduan masyarakat (Dumas) maupun QR code Propam Polri yang tersedia di lokasi seleksi dan media resmi.
Dengan masih berlangsungnya tahapan seleksi, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak tergiur janji-janji kelulusan dari calo yang justru berpotensi merugikan secara materi maupun masa depan peserta./mcr/editor:red
