Februari 17, 2026

Kerumunan Warga Sempat Hambat Pemadaman, Damkar Inhil Imbau Buka Akses Saat Kebakaran

Tembilahan, detikriau.id/ – Kebakaran yang melanda Cafe Talk di Jalan Gunung Daek, Gang H. Sulaiman, Tembilahan, Jumat (30/01) malam, kembali menjadi pengingat pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak berkerumun saat terjadi musibah kebakaran dan memberikan akses seluas-luasnya kepada petugas pemadam.

Dalam peristiwa tersebut, tercatat tiga unit rumah warga terdampak. Dua unit rumah dilaporkan terbakar habis, sementara satu unit lainnya mengalami rusak berat. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang, sedangkan total kerugian materiil belum dapat dipastikan.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.10 WIB. Salah seorang saksi mata yang merupakan karyawan Cafe Talk menuturkan, api pertama kali terlihat muncul dari arah dapur saat mereka sedang duduk di depan kafe.

“Api cepat sekali membesar. Kami sempat berusaha memadamkan, tapi karena api sudah terlanjur besar, kami panik dan langsung berteriak minta tolong,” ujar saksi di lokasi kejadian.

Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang segera berdatangan ke lokasi. Sejumlah warga berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Inhil, Junaidy, S.Sos., M.Si., saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, sabtu (31/01), menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 19.22 WIB dan tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian.

Padatnya kerumunan warga sempat menghambat mobil damkar untuk menuju TKP/Ist

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman turut melibatkan relawan kebakaran dari PSMTI, PADUPAI, serta BPBD Kabupaten Inhil.

Junaidy mengungkapkan, secara teknis ketersediaan sumber air di lokasi dalam kondisi aman. Namun, padatnya warga yang berkerumun di sekitar lokasi sempat menghambat pergerakan armada pemadam menuju titik api.

“Kerumunan warga yang menutup akses jalan menjadi salah satu kendala di lapangan. Ini sangat berpengaruh terhadap kecepatan petugas menjangkau titik kebakaran,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa dalam sepekan terakhir, khusus di wilayah Tembilahan, pihaknya telah menerima empat laporan kebakaran. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya, terlebih di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Menutup keterangannya, Junaidy mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun saat terjadi kebakaran dan memberikan akses seluas-luasnya kepada petugas di lapangan.

“Jika terjadi kebakaran, kami mohon masyarakat membantu dengan membuka jalan dan tidak menghalangi pergerakan armada. Kerumunan yang menutup jalan berpotensi memperlambat pemadaman dan memperbesar risiko. Dalam kondisi darurat, satu menit keterlambatan bisa menentukan besar kecilnya kerugian,” tegas pria yang akrab disapa Jon Koteng ini.

Junaidi juga meminta dukungan dari masyarakat untuk menyampaikan kalau ada melihat kebakaran untuk menyampaikan ke Posko atau melalui Nomor WA +62 851-8794-9123

Note:

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa dalam situasi darurat, tantangan petugas pemadam bukan hanya api, tetapi juga kerumunan warga yang menutup akses. Di tengah meningkatnya kasus kebakaran di Tembilahan, kesadaran masyarakat untuk membuka jalan bagi penyelamat menjadi sama pentingnya dengan kecepatan armada pemadam itu sendiri/one bundo